Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Kerendahan hati: Kunci Kuatnya Tim

Gambar
Kuatnya sebuah tim tidak bergantung dari seberapa cerdasnya orang-orang yang ada di dalam tim itu. Kuatnya sebuah tim tidak bergantung dari banyaknya kenalan /  networking anggota tim .  Sebuah tim memang selalu ada plus (+) dan minus (-) nya.  Namun bukan itu yang harus menjadi fokus utama kita.  Fokus kita haruslah pada bagaimana menyatukan kekurangan dan kelebihan tersebut.  Saya ingat benar  seorang pendeta pernah berkata: " orang sombong tidak bisa membentuk tim yang tangguh.  Sebuah tim yang kuat itu dibangun dari kerendahan hati anggota timnya . Kerendahan hati di sini artinya mau untuk diajar, mau mendengar, mau dibentuk di dalam tim. Saya melihat pemandangan ini pada tim Cerdas-Cermat Pasar Modal (CCPM) STIE Eben Haezar. Awalnya, ada 3 orang mahasiswa yang kami pilih untuk mempersiapkan diri menghadapi lomba CCPM ini. Mereka terkejut mengapa harus dipilih. Begitulah mahasiswa. Terkadang tidak menyadari potensi yang mereka milik...

Belajar dari Yosua

Hidup di tengah hiruk-pikuk dunia modern ini menuntut kita untuk semakin perhatian terhadap diri kita sendiri. Fokus pada agenda-agenda pribadi yang hampir tiba pada deadline-nya. Jika hampir terlambat sedikit saja kita langsung stres dan semakin tergesa-gesa menyelesaikan hal yang lainya, dan melampiaskan ‘stres-stres’ itu kepada orang di sekeliling kita. Tanpa sadar kita jadi mengasihi agenda-agenda kita lebih dari hubungan dengan orang lain. Aku belajar pagi ini dari tokoh Yosua. Seorang pemimpin muda Israel yang TUHAN pilih utk memimpin umat-Nya. Waktu itu, Tuhan memerintahkan Yosua untuk merebut tanah Kanaan. Dan, apa yang dilakukan Yosua? 1. Dia mentaati perintah itu. 2. Dia terus minta petunjuk dari Tuhan 2. Dia membentuk tim utk bekerja sama Yosua menangkap perintah itu sebagai panggilan TUHAN. Dia begitu teliti dan tenang mengerjakannya. Lihat kisahnya di Yosua 2:1–24. Alkitab mencatat, Yosua diam-diam memerintahkan 2 orang Israel utk mengamati Kota Yerikho. Dia bahkan...

Genggam Erat Hatiku

Gambar
Secuil share di malam ini, berhubung jadwal mengajar hari ini sudah terpenuhi... Setelah sekian lama belum sharing di sini... :) Zaman terasa semakin cepat berubah. Siapapun yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan zaman yang serba cepat ini, akan merasa tertekan, bak tertindih beban berat setiap harinya. Belum lagi tuntutan di bidang pekerjaan yang semakin hari semakin tinggi. Ya, wajarlah itu! Hanya saja jika kita tidak berdiam di kaki-Nya setiap hari maka kita akan tenggelam, dikelabui, dibawa oleh arus zaman ini. Aku pun merasakannya. Belakangan ini, hati menjadi sasaran si iblis. Banyak sekali intimidasi yang masuk dan mengganggu pikiran dan fokus ku. Berkali-kali aku merasakan seperti tersesat di padang gurun. Kering, tak berair, tak ada seorangpun bersama-sama dengan aku, aku jadi tawar hati dengan semua yang ada di sekelilingku. Iblis bekerja dengan hebat di "cela" ini. Aku seperti kehilangan jalan, berteriak namun tak ada yang mendengarkan, semakin terlilit dan ...

Anugerah Terbesar Itu....

Gambar
31 Maret 2018 Catatan Paskah yang ke-2 Disadur dari Saat Teduh Pribadi tanggal 24 Maret 2018. Mengingat anugerah-Mu menyadarkanku betapa tak berharganya hidupku tanpa Darah Yang Mahal  (#Paska’s Givethanks) Terima kasih untuk anugerah terbesar di dalam hidupku, Bapa. Sudah cukup pengorbanan-Mu, Tuhan. Sekarang saatnya aku belajar untuk melayani orang lain seperti yang sudah Engkau teladankan. Ajari aku untuk bermimpi bagi orang-orang-Mu, Tuhan. Ajari aku untuk bekerja menyatakan dan MENGHADIRKAN kerajaan-Mu di bumi ini. Ajari aku tersenyum untuk mengenalkan betapa hangatnya kasih-Mu bagi semua orang. Ajari aku melayani untuk menyatakan betapa besarnya pengorbanan-Mu bagi hidup ku. Ajari aku mengoreksi kerasnya hati ini untuk memperlihatkan betapa lembutnya hati-Mu. Ajari aku untuk marah pada diriku sendiri ketika aku tidak bisa berbuah bagi dunia, tidak bisa menjadi lilin di tengah pekatnya gelap. Ajari aku untuk mendengar teguran untuk menyatakan be...

Kemerosotan Semangat Mahasiswa

Gambar
Banyak mahasiswa akhir-akhir ini yang mengalami kemerosotan dalam berkuliah. Entah apa faktornya?  Mendengar curhatan beberapa mahasiswa, saya FLASHBACK ke masa kuliah sarjana saya waktu itu. September 2008 masuk kuliah... Kira-kira saat duduk di semester 3 (tahun 2009) saya mengalami kemerosotan belajar yang begitu drastis. Begitu malas, begitu jenuh. Memang tidak biasanya saya seperti ini. Teman2 yang mengenal saya mungkin tahu, saya orang yang suka berusaha, belajar sendiri, mencari tahu sesuatu sendiri. Entah mengapa saya mengalami kemerosotan ini! Kalau mau diingat-ingat, saya menemukan bahwa ternyata di semester tiga itu saya sudah tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang), waktu itu saya sudah berubah status menjadi mahasiswa kura-kura (kuliha rapat kuliah rapat), hehe (istilah yang lazim di jaman itu). Inilah titik dimana saya benar-benar mepet untuk belajar, mengerjakan tugas, mempersiapkan diri sebelum kelas dimulai, dan sebagainya itu...