Berdarah-Darah di Marketplace
Peperangan di marketplace membutuhkan kekuatan hati yang besar. Jika tak kuat hatinya maka respon yang muncul bisa jadi kepahitan, saling benci, dan lama-lama hal itu menjadi seperti bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu. Kisahku bekerja di sebuah kampus swasta. Awal menginjakkan kaki di kampus ini aku harus menangis sampai beberapa waktu lamanya karena tidak ingin berada di situ. Secara pribadi aku tidak ingin. Namun, ada satu waktu di mana Tuhan membawaku bertemu dengan seorang mahasiswa bernama Liny, berbadan kecil, asal Luwuk, pekerja di Catering, tinggal dengan majikannya, dia harus membiayai sekolah adiknya, dan dia punya kemampuan akademis yang pas-pasan. Waktu itu ujian tengah semester Sistem Informasi Akuntansi. Bukannya jawaban yang dia tulis di lembar kerjanya tetapi beberapa paragraf berisi keluhan hidupnya. Aku tersentuh membacanya. Aku tahu hari itu Tuhan berbicara kuat di hatiku: 'ini alasan mengapa kamu harus ada di sini'... Aku menangis.... Waktu...