Warmest Christmas 2020
Satu sukacita luar biasa melihat Tuhan menjawab doa. Meskipun harus menunggu beberapa tahun dulu. Ya, namanya juga iman. Percaya dulu baru melihat. Berdoa dulu biar imannya naik. Ini yang saya alami. Kira-kira di Desember 2018 saya mengalami satu proses hati dengan salah satu anggota keluarga. Cerita ini sudah pernah saya share di tulisan saya sebelumnya (judul: Terima Kasih 2018). Saya merasakan kelemahan yang cukup banyak di dalam hati, sampai-sampai saya tidak kuat untuk bertemu dengan orang yang bersangkutan. Saya memiliki rasa takut yang luar biasa jika ingin bertemu dengannya. Hari ini saya mengerti satu hal bahwa ketika hati kita kuat untuk mengasihi dan mengampuni, itu semua adalah kekuatan dari Tuhan semata. Semalam saya tergerak saja untuk mengirim pesan Selamat Natal kepada orang-orang terkasih saya. Saya meminta maaf jika pernah berbuat salah selama ini, dst. Saya mencoba merekonsiliasi hubungan saya dengan keluarga. Hal ini terjadi begitu rileks dan natural. Tidak ada...