ALIGNMENT
Pagi ini aku terbangun dari satu mimpi yang cukup membuatku teguh melangkah. Aku bermimpi berada dalam satu kendaraan yang di dalamnya ada kak Beatrix Renata. Kak Beatrix adalah seorang mentor rohani asal Jawa-Manado yang saya kenal waktu bergabung di Keluarga Fire Generation. Satu hal yang saya tahu tentang kak Beatrix adalah ia memiliki hati yang besar untuk mengerjakan Indonesia Timur.
Mimpi itu memperlihatkan kak Beatrix sedang mengendarai satu kendaraan yang isinya anak-anak muda, termasuk saya. Kak Beatrix duduk sendiri di depan sambil mengendarai mobil itu. Sempat saya ingatkan ke anak2 di dalam bus itu, "ayo, ada yang duduk di depan, biar kak Beatrix jangan kayak supir buat kita". Bus terus melaju.
Aku terbangun. Apa artinya, Tuhan? Aku hanya tahu ini tentang pergerakan Tuhan utk Manado, karena aku sedang mengerjakan Manado bersama2 dengan kak Beatrix juga. Namun, sepertinya lebih dari sekedar Manado.
Siang ini aku sedang berkunjung di rumah keluarga di Kayu Putih. Aku harus menjemput adik (Maria) untuk kembali tinggal bersama-sama denganku. Untuk bagian ini akan aku tulis nanti di blog selanjutnya.
Sekitar pukul 12.40 WIT kak Beatrix WA untuk Video Call bersama Oneth (seorang anak MBD-Saumlaki yang pernah kuliah di Surabaya dan bertumbuh di pergerakan). Video call sore ini semakin menyelaraskan hati kami untuk semakin teguh mengerjakan panggilan-Nya sepanjang hidup ini.
Kak Beatrix share tentang bagaimana Tuhan membuat hatinya untuk mengerjakan Indonesia Timur. Satu demi satu pulau dia kerjakan dengan taat. Secara pribadi saya bersyukur atas apa yang Tuhan kerjakan melalui hidupnya. Kalau mau diingat-ingat, api kegerakan di hatiku sudah hampir padam sejak bekerja di Manado karena aku melangkah sendiri. Namun di bulan Aprl 2020 itu kak Beatrix datang dan seperti menarikku lagi untuk masuk dalam rel itu. Untuk jalan sama-sama lagi. Aku bersyukur. Hati yang lama dikembalikan Tuhan lagi. Aku jadi percaya sesuatu yang keluar dari hati akan sampai ke hati dan akan menerobos berbagai hal-hal mustahil.
Satu hal yang aku tangkap dari sharing sore tadi adalah tahun 2015 saat Fire Leadership Training di Kopeng, Tuhan meletakkan sesuatu di hati kami. 5 tahun berselang kami berjumpa melalui koneksi internet dan membagikan tentang hal-hal yang kami alami selama ini. 5 tahun berselang, Kak Beatrix masih di Surabaya, aku di Manado, Oneth di Ambon. Kami bertemu dan share dengan sukacita karena kerinduan hidup kami untuk dipakai Tuhan di bidang pekerjaan kami.
Kak Beatrix terus mengingatkan bahwa level kami sudah berbeda. Sudah bukan di level training lagi tapi terjun ke lapangan. Generasi ini butuh Yesus melalui uluran tangan kita. Oneth juga share tentang bagaimana dia begitu galau akhir-akhir ini karena mencari-cari ladang untuk mengerjakan panggilannya. Aku juga share tentang apa yang terjadi dalam perjalanan hidupku sampai hari ini.
"Terkadang Tuhan membawa kita berputar-putar dulu, bukan supaya kita mendapatkan jawaban namun supaya kita mengerti dan semakin diperteguh dalam panggilan".
Secara pribadi, Tuhan baru meletakkan Maluku di hatiku sejak Desember 2019. Waktu itu aku pulang liburan Natal dan aku temukan banyak anak-anak muda di kampung yang tidak melanjutkan kuliah. Mereka hanya di kampung dan menjadi orang2 yang putus harapan. Hatiku gelisah melihat itu. Muncul kerinduan di hati untuk memberdayakan mereka.
Jadi ingat visi yang aku share-kan dengan kakak Mentor (kak Sinta) dan teman2 tahun 2015 di Gereja Bethany Solo Baru. Waktu kita disuruh share tentang visi kita masing-masing. Aku share tentang kerinduanku untuk membangun Pusat Studi Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat. Kerinduan ini untuk membangun orang-orang di kampung Tutukey, Maluku Barat Daya. Bisi ini pun masih butuh diselaraskan dengan Visi-Nya Tuhan.
Sharing sore ini aku beri tema 'Alignment' atau 'Penyelarasan'. Dibutuhkan hati yang terus mau diselaraskan dengan maunya Tuhan.
Terima kasih awal Oktober. H-7 menuju satu hari yang menentukan langkah selanjutnya. Aku berdoa, seperti aku mengawali proses ini dengan Tuhan, aku juga akan mengakhirinya dengan Tuhan. Apapun hasilnya, aku tetap mau berada dalam hati-Nya Tuhan. Bungkus hidupku sepenuhnya & bawa masuk ke dalam Mandat Ilahi-Mu.
Yesus Tuhan!!!
-Gubuk Kayu di Kayu Putih, 3 Oktober-



Komentar
Posting Komentar