Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

HINENI KAN LESHERUT’CHA

Gambar
Sehari menjelang ulang tahunku yang ke-31, aku tergerak menghubungi bapa rohaniku di Solo, Ko Henry Setiawan. Aku menceritakan posisi kehidupanku di Ambon sejak awal pindah bekerja di sini. Aku rasa ini waktu yang sudah ditetapkan Tuhan sebelumnya agar aku semakin diarahkan, diteguhkan, dan dicover untuk mengerjakan panggilan di kota ini. Aku share, dan setelah itu Ko Henry mulai menegaskan posisiku berdiri saat ini dan mengarahkan aku. Seorang bapa yang mendengar anaknya. Aku bersyukur. Sejujurnya, menjelang ulang tahun kali ini aku tidak banyak mengambil waktu khusus dengan Tuhan seperti di ulang tahun sebelumnya. Setahun yang lalu aku menangkap tentang urapan Yusuf: menghidupi banyak orang (khususnya anak yatim, piatu: baik jasmani maupun rohani). Visi itu kutangkap dalam masa doa 10 hari menjelang ulang tahun ke-30. Kali ini, aku menyambut ulang tahunku dengan doa di tanggal 15 April. Tidak banyak ekspektasi. Aku hanya merindukan agar mata rohaniku semakin dipertajam Tuhan, kesad...

'Dikuburkan' Bersama Yesus

Gambar
Bacaan : Yohanes 19:38-42 NATS : Sesudah itu, Yusuf dari Arimatea – ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi – meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus (Yoh. 19:38a). Shalom, saudara! Saya rindu berbagi renungan tentang salah satu peristiwa yang dilewati Yesus dalam karya penyelamatan-Nya atas manusia. Perikop ini mengisahkan tentang Yesus dikuburkan. Pertanyaanya, dikuburkan oleh siapa? Siapa yang berinisiatif menguburkan Yesus pada waktu itu? Waktu di mana banyak orang ketakutan. Salah satu murid Yesus yang menjadi saksi mata penguburan itu adalah Yohanes. Yohanes mencatat bahwa ada seorang murid Yesus yang lain bernama Yusuf dari Arimatea yang pergi menghadap Pilatus untuk meminta mayat Yesus agar dapat dikuburkan. Peristiwa itu terjadi pada sore menjelang malam hari, tidak lama setelah Yesus mati. Yesus mati kira-kira pukul 15.00 (Lukas 23:44). Setelah itu di waktu hari mulai malam (sore menjelang malam),...

6 Years : And I still learning?!

Gambar
Perjalanan hubungan dua orang dengan latar belakang, suku,  dan budaya yang sangat berbeda bukan hal yang mudah. Banyak hal harus dimengerti tapi gagal dimengerti. Banyak kali ketulusan dan kasih diuji. Banyak kali gagal. Banyak kali kalah oleh ego. Banyak kali lemah dalam hal kasih dan pengorbanan.  Banyak kali pengorbanannya disia-siakan. I am still learning. Seperti doa  pemazmur Daud setiap kali merasa bersalah di hadapan Tuhan: "Ya, Tuhan. Ampunilah aku..." Kita tidak bisa mengerti pentingnya sesuatu dalam kehidupan sampai hal itu perlu dibayar mahal. Kekayaan ditemukan dalam pengorbanan. Hubungan yang bermakna memerlukan harga untuk dibayar. Jika isinya hanya berupa kenyamanan dalam kehidupan, kita tidak akan pernah membuka kekayaan Kristus yang tersembunyi dalam keistimewaan sebuah sebuah hubungan yang erat. Yesus dapat dan harus ditemukan dalam hubungan (Bill Johnson & Benny Johnson dalam buku Raising Giant-Killers). Banyak kali hal ini sudah dipahami secara ...