THE MAGNIFICENT DEFEAT (KEKALAHAN LUAR BIASA)

Kasih untuk orang-orang yang sederajat adalah sesuatu yang MANUSIAWI; kasih teman kepada teman, saudara kepada saudara, artinya mengasihi orang yang penuh kasih dan pantas untuk dikasihi. Dunia tersenyum.

Kasih kepada orang-orang yang kurang beruntung adalah HAL YANG INDAH; kasih kepada orang-orang yang menderita, kepada mereka yang miskin, orang sakit, orang yang gagal, orangyang tidak pantas dikasihi. Inilah BELAS KASIHAN (compassion), dan belas kasihan dapat menyentuh hati manusia.mjarang sekali ada yang mengasihi orang-orang yang lebih beruntung; atau mengasihi orang-orang yang berhasil sedangkan kita sendiri gagal, untuk bersukacita tanpa rasa irisedikitpun terhadap orang-orang yang sedang bersukacita, kasih orang miskin terhadap orang kaya, kasih orang berkulit hitam terhadap orang berkulit putih. Dunia selalu terpana oleh orang-orang kudusnya. Lalu ada pula yang mengasihi musuhnya; yang mengasihi orang yang tidak mengasihi Anda tetapi malah menghina, mengancam dan menyakiti. Kasih orang yang teraniaya kepada penganiayanya. Inilah KASIH TUHAN. Kasih yang mengalahkan dunia.

Orang-orang yang melakukan hal-hal di atas adalah mereka yang terobsesi dengan Yesus. Seperti apakah orang yang terobsesi itu? Terobsesi: memiliki pikiran yang seluruhnya tersita untuk suatu perasaan atau topik tertentu.

“Orang-orang yang terobsesi dengan Yesus memberi dengan bebas dan terbuka, tanpa menggerutu. Orang-orang yang terobsesi mengasihi orang-orang yang membenci mereka dan yang tak dapat membalas kasih mereka.”

“orang-orang yang terobsesi dengan Yesus tidak mendahulukan keselamatan dan kenyamanan pribadinya di atas segalanya. Orang-orang yang terobsesi lebih peduli tentang datangnya kerajaan Allah di bumi ini daripada mendapat perlindungan dari penderitaan atau tekanan.”

“Orang-orang yang terobsesi dengan Yesus mempunyai gaya hidup yang dengan berbagai cara berhubungan dengan masyarakat miskin. Orang-orang yang terobsesi meyakini bahwa Yesus sering bicara tentang uang dan orang miskin karena hal itu benar-benar penting bagi-Nya”         (1 Yoh. 2:4-6; Mat. 16:24-26)

“Orang-orang yang terobsesi lebih peduli untuk menaati Tuhan daripada melakukan apa yang dianggap baik oleh umum atau sekedar memenuhi status quo. Seseorang yang terobsesi dengan Yesus akan melakukan hal-hal yang tidak selalu masuk akal apabila orang ingin sukses atau kaya di dunia ini. Sebagaimana dikatakan Martin Luther, “Hanya ada dua hari dalam agenda saya: hari ini dan hari itu.”

(Luk. 14:25-35; Mat. 7:13-23; 8:18-22)

“Orang-orang yang terobsesi dengan Yesus mengetahui bahwa dosa kesombongan adalah seperti suatu peperangan yang tiada henti-hentinya. Orang-orang yang terobsesi tahu bahwa mereka tidak mungkin akan pernah menjadi orang yang “cukup” rendah hati, sehingga mereka berusaha keras agar diri mereka semakin kurang dikenal dan Kristus menjadi semakin dikenal.” (Mat. 5:16)

“Orang-orang yang terobsesi dengan Yesus tidak menganggap pelayanan sebagai beban. Orang-orang yang terobsesi senang untuk menunjukkan kasihnya kepada Tuhan dengan mencintai umat-Nya”. (Mat. 13:44; Yoh. 15:8)

“Orang-orang yang terobsesi dengan Yesus dikenal sebagai orang yang memberi , bukan yang menerima. Orang-orang yang terobsesi sungguh-sungguh berpikir bahwa orang lain sama pentingnya dengan diri mereka, dan mereka memperhatikan orang-orang miskin di seluruh dunia”. (Yakobus 2:14:26)

“Orang yang terobsesi lebih sering memikirkan surga. Orang yang terobsesi mengorientasikan hidup mereka di sekitar kekekalan; mereka tidak terfokus hanya pada apa yang ada di hadapan mereka saat ini”.

“Seseorang yang terobsesi terlihat dari kasihnya yang penuh komitmen, kokoh, dan bergairah kepada Tuhan, di atas dan lebih dahulu dari setiap hal dan setiap pribadi lainnya.”

“Orang yang terobsesi bersikap polos di hadapan Tuhan; Ia tidak berusaha menutupi kejelekan dosa atau kegagalannya dengan sebuah topeng. Orang-orang yang terobsesi tidak memakai topeng di hadapan Tuhan; Mereka merasa aman bersama Dia, metasa damai dekat Dia.”

“Orang-orang yang terobsesi dengan Tuhan memiliki hubungan yang intim dengan-Nya. Mereka mendapat makanan dari firman Tuhan sepanjang hari karena mereka tahu bahwa khotbah 40 menit di hari minggu tidaklah cukup untuk menopang mereka di sepanjang minggu, terutama ketika mereka mengahadapi banyak sekali hal yang mengakihkan perhatian dan pesan yang berbeda-beda.”

“Seseorang yang terobsesi dengan Yesus lebih peduli dengan karakternya disbanding kenyamanannya. Orang-orang yang terobsesi tahu bahwa sukacita yang sejati tidak bergantung pada keadaan atau lingkungan; sukacita adalah pemberian yang harus dipilih atau dipupuk, suatu pemberian yang datangnya dari Tuhan.”                  (Yakobus 1:2-4)     

“Seseorang yang terobsesi dengan Yesus tahu bahwa hal terbaik yang dapat dilakukannya adalah berlaku setia kepada Penyelamatnya dalam setiap aspek hidupnya, terus-meneus berterima kasih kepada-Nya. Seseorang yang terobsesi tahu bahwa keintiman tidak akan pernah terjadi apabila ia selalu berusaha membalas Tuhan atau berusaha keras agar dapat menjadi layak. Ia bersukacita dalam perannya sebagai anak dan sahabat Tuhan.”                                                                                                                                                                         

Sumber: Crazy Love, Cinta yang tidak masuk akal by Francis Chan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018