Semua Berawal dari "1 hati"
Kemarin saya diajak, ikut Ibadah natal Persekutuan Doa, anak2 Psikologi. Natal bersama anak2 Panti.. So touch my heart. :'(
Even as I delivered His message, I was not aware that I was crying.. When
all of them are singing, I can't think much, I just think about God's
Grace for them. It's amazing.
Of course, yesterday's not a coincidence 4 me.. It's God's way to make my heart full of compassion.. More n more..
Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran (1 Yoh 3:18)..
God Bless Panti Asuhan Pondok Kasih Anugerah..
** Sangat rindu dapat kembali ke sana, bersukacita bersama mereka lagi..
Berawal dari 2 Bunda (Mada n Bet) yang punya hati, sehingga puluhan anak2 bangsa terselamatkan dari kebodohan, kejahatan dll. Bayangkan kalau anak2 yg saya lihat kemarin itu tidak bersekolah dan tidak diasuh dgn layak, maka negeri ini akan semakin penuh dgn org2 bodoh dan jahat.
Kebaikan memang berawal dari 1 hati. Itu yang saya tangkap. 1 org yang punya hati utk mengubah bangsa, hal itu akan menyelamatkan banyak2 hati yang lain. Saya percaya, ketika adik2 ini dewasa, mereka bakal punya hati yang sama seperti ke-2 Bunda yang sdh mengasuh mereka, penuh belas kasihan dan kelembutan.
Ini yg sudah dan sementara dikerjakan oleh Bunda2 ini, yg padahal terbatas financialnya, tetapi punya hati yg besar untuk mengubah anak2 bangsa yg tidak bisa sekolah, tidak bisa diasuh dgn baik dll menjadi baik.
Pertanyaan buat kita, apa yg sdh kita lakukan utk memberkati bangsa ini? Mari mulai dari hal kecil: Jangan tahan2 utk memberi bagi org2 berkekurangan di sekitar kita. Istimewakan semua org, sama seperti yg Tuhan Yesus lakukan. Tidak mementingkan Ibunya yg sementara menunggunya di luar ruangan, ketika Dia sementara mengajar. Itu bukan karena Tuhan Yesus itu anak yg tdk menghargai org tua, tetapi Dia sementara mengajarkan nilai kebenaran yg lbh penting buat kita semua yaitu mengistimewakan semua org. Dia tidak memutuskan utk pergi meninggalkan org banyak yg sementara membutuhkan Dia dan berbalik menjumpai Ibu-Nya. Tuhan Yesus pentingkan hidup kita semuanya. So, apa yang harus kita balas? Yaaah, harus berusaha melakukan hal yg sama seperti yg Tuhan Yesus lakukan, yaitu mengistimewakan semua org. Tidak mengistimewakan diri sendiri (selfish). Memandang semua org sama derajatnya. Ayo Hesti dan tmn2 semuanya, mari kita belajar melakukan kehendak Bapa, senangkan hati-Nya (Mat 12:46-50).
Sampai bumi penuh kemuliaan-Nya.. Haleluya. Amien..
Of course, yesterday's not a coincidence 4 me.. It's God's way to make my heart full of compassion.. More n more..
Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran (1 Yoh 3:18)..
God Bless Panti Asuhan Pondok Kasih Anugerah..
** Sangat rindu dapat kembali ke sana, bersukacita bersama mereka lagi..
Berawal dari 2 Bunda (Mada n Bet) yang punya hati, sehingga puluhan anak2 bangsa terselamatkan dari kebodohan, kejahatan dll. Bayangkan kalau anak2 yg saya lihat kemarin itu tidak bersekolah dan tidak diasuh dgn layak, maka negeri ini akan semakin penuh dgn org2 bodoh dan jahat.
Kebaikan memang berawal dari 1 hati. Itu yang saya tangkap. 1 org yang punya hati utk mengubah bangsa, hal itu akan menyelamatkan banyak2 hati yang lain. Saya percaya, ketika adik2 ini dewasa, mereka bakal punya hati yang sama seperti ke-2 Bunda yang sdh mengasuh mereka, penuh belas kasihan dan kelembutan.
Ini yg sudah dan sementara dikerjakan oleh Bunda2 ini, yg padahal terbatas financialnya, tetapi punya hati yg besar untuk mengubah anak2 bangsa yg tidak bisa sekolah, tidak bisa diasuh dgn baik dll menjadi baik.
Pertanyaan buat kita, apa yg sdh kita lakukan utk memberkati bangsa ini? Mari mulai dari hal kecil: Jangan tahan2 utk memberi bagi org2 berkekurangan di sekitar kita. Istimewakan semua org, sama seperti yg Tuhan Yesus lakukan. Tidak mementingkan Ibunya yg sementara menunggunya di luar ruangan, ketika Dia sementara mengajar. Itu bukan karena Tuhan Yesus itu anak yg tdk menghargai org tua, tetapi Dia sementara mengajarkan nilai kebenaran yg lbh penting buat kita semua yaitu mengistimewakan semua org. Dia tidak memutuskan utk pergi meninggalkan org banyak yg sementara membutuhkan Dia dan berbalik menjumpai Ibu-Nya. Tuhan Yesus pentingkan hidup kita semuanya. So, apa yang harus kita balas? Yaaah, harus berusaha melakukan hal yg sama seperti yg Tuhan Yesus lakukan, yaitu mengistimewakan semua org. Tidak mengistimewakan diri sendiri (selfish). Memandang semua org sama derajatnya. Ayo Hesti dan tmn2 semuanya, mari kita belajar melakukan kehendak Bapa, senangkan hati-Nya (Mat 12:46-50).
Sampai bumi penuh kemuliaan-Nya.. Haleluya. Amien..
Komentar
Posting Komentar