Sehat dan Menyehatkan

Hmm,
Hari ini saya dapat suatu hal yang baru lagi.
Tadi ketika saya sementara siap2 mau ke gereja (ibadah Holly Spirit Revival Centre), saya tiba2 diingatkan 1 pernyataan. Seperti ini: "Jangan mau jadi orang yang sakit terus donk. Harus sembuh, sehat total dan menyembuhkan orang lain". Hmmmm, saya tiba2 tersenyum geli membayangkan kalimat yang tiba2 muncul di pikiran saya ini.
1 hal yang langsung saya ingat adalah dulu, kira2 1 tahun yang lalu ketika saya masih jadi "orang sakit" (red: sakit rohani), saya banyak mendapatkan perhatian dari teman2 rohani alian teman2 persekutuan saya dan itu terasa menyenangkan sekali. Ketika hidup kita yang sakit ini diperhatikan oleh orang lain, dan kita yang terus-terusan dilayani, dikasih makan makanan yang lembut dan enak2, sungguh nikmatnya :D. Saya benar2 menikmati masa2 diperhatikan seperti itu. Istilahnya saya masih jadi bayi rohani.
Eh, sekarang setelah 1 tahun berlalu, setelah melewati proses demi proses tidak terasa saya sudah tidak bisa berada di level bayi rohani tadi lagi, yang harus diperhatikan, dirawat sakitnya, disuapin makanan yang lembut dan enak2. Tetapi sebaliknya, hal yang demikian yang harus saya lakukan ke orang lain, anak2 di bawah saya.

Lucu saja, ketika tadi dalam kamar, lagi siap2, tiba2 diingatkan hal seperti itu. "Jangan mau sakit terus. Sembuhlah dan sembuhkanlah orang lain. Sehat dan sehatkanlah orang lain".
Saya tersenyum dan menjawab suara hati saya tadi: "Siap"!

Saya sudah sehat sekarang ni berarti. Hehehe
Siap menyehatkan yang lain.
Untuk Kemuliaan Tuhan Saja!

Tiba2 teringat ayat firman ini nih:
Lukas 17:10 ==> Demikian jugalah kamu. Apabila kau telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu hendaklah kamu berkata kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

Okeh Tuhan, saya percaya ini dari Engkau.
Salatiga booming! Salatiga for Jesus! Indonesia for Jesus!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018