A Junior Lecturer - An Author Dreamer - Love God Love People - Dream to Build Man - Dream to Go for God's People All Over the World - East Indonesia -
Daily Seeking God: Seperti Yesus...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Daily Seeking God: Seperti Yesus...: Tujuan Hidup yang benar adalah Ketika kita ingin serupa dengan Dia yang menciptakan kita, segala karakter, emosi, cara hidup, bahkan sampai ...
Ku tengok lagi rumah mungil di puncak kota sore itu. Anak perempuan tertuanya dengan cepat membukakan pintu. Ku buka grendel gerbang teras rumah itu dan masuk. Beliau sedang tidur di kamar dengan pulas. Ku panggil Ibu. Ku letakkan tas ransel dan kue donat 🍩 dan roti gula yang ku belikan dari kios di lorong tanjakan itu. Ku buka percakapan dengan suara setengah berbisik: "bagaimana kondisi mama?" Anak tertuanya menjawab: "sedang pulas tidur. Kami berdua (dengan adiknya) lelah bekerja ngurusin ini dan itu jadi tadi sempat emosian sehingga mama berteriak dengan kami. Beliau akhirnya mengeluarkan seluruh kekuatannya". Saya kasihan mendengarnya.
Jeremy terbangun di pukul 23.50 WIT. Saya ikut bangun dan menggendongnya sambil menyanyikan beberapa lagu untuk menidurkan dia kembali. Pukul 24.00 dia tertidur pulas. Aku tahu, Tuhan membangunkan aku untuk mendekati-Nya. Aku cuman digerakkan untuk berdoa bagi suami menjelang ulang tahunnya yang ke-35. Doa covering, doa berkat atas suami. Firman yang ditabur untuknya di usia yang baru ini terdapat dalam Lukas 8: 4 - 15 tentang Seorang Penabur. Kiranya ini menjadi pengingat agar Paksu menjadi pribadi yang memiliki tanah hati yanng baik, yang menerima dan menyimpan firman dengan baik di dalam hatinya. Saya menelepon dia dan kami doa bersama di pukul 00.30 WIT. Saya membacakan firman itu untuknya kemudian kami doa. Kesaksian hidup: - Beryukur karena nafas hidup, kesehatan, keluarga kecil, pekerjaan yang Tuhan berikan di usia yang baru ini. Kebaikan dan kemurahan Tuhan Yesus sungguh sangat amat melimpah. Dalam perjalanan usia 34 menuju 35 tahun, Tuhan beri sebu...
Terima kasih 2018. Masih ingat jelas, aku mengawalimu dengan kebingungan dan dilema yang cukup menguras pikiran. Akibat lebih mempertimbangkan perasaan dan respon orang lain aku jadi keliru mengambil keputusan. Kekeliruan itu membuatku harus melewati tiga (3) bulan pertama di awal tahun dengan rasa bersalah. Namun, sungguh bersyukur karena aku bisa merasakan bahwa Tuhan Yesus pegang kendali dalam kekeliruan itu. Memasuki bulan April, beberapa tugas pokok yang sejak 2014 tidak disentuh akhirnya tersentuh juga. Ya, tentu setelah melewati beberapa perjuangan. Tuhan bahkan kasih bonus utk presentasi hasil riset di forum akademisi di Bandung bulan Agustus & Yogyakarta di bulan September. Grace alone. Di pertengahan tahun beberapa plan harus pending dulu karena harus mendukung keluarga. And, I know that that was not the right time, not His timing. Di bulan Juli dipercayakan sebagai koordinator Galeri Investasi BEI di kampus. Dan, karenanya kami harus membimbing 2 tim dalam...
Komentar
Posting Komentar