Pendidikan Karakter Lebih Penting

Malam ini kami harus menyelesaikan satu tatap muka dengan metode presentasi kelompok. Topik utama tentang Sistem Pengendalian Manajemen yang secara khusus mengharuskan kelompok untuk merancang tujuan organisasi dan ukuran kinerja di Universitas. 

Kelas dimulai pukul 17.40 WITA. Kelompok telah menyediakan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Kali ini presentasi mereka sangat menarik. Bagaimana tidak, mereka mengangkat real case di STIE Eben Haezar Manado.

Pandanganku tertuju kepada seorang mahasiswa. Mahasiswa yang termasuk aktif dan pintar di kelas. Penasaran dengan kesibukannya, aku berdiri dari tempat duduk dan berjalan ke arahnya. Selama presentasi berlangsung, dia sedang bermain game. Ku tegur dengan pelan, "Hai, silakan bermain di luar saja". Dia terkejut dan menoleh ke belakang. Sadar bahwa aku sedang memperhatikannya, dia pun memasukkan gadget-nya ke laci meja. 

Presentasi terus berlangsung. Si anak tampak cuek. Handout presentasi yang sudah dibagikan kelompok pun dibaca dengan kesan malas. Semua kelompok telah menyampaikan pertanyaan dan sanggahan mereka. Kelompoknya belum bertanya. Hari ini, hanya dia yang hadir dari kelompoknya. Entah di mana anggota yang lain. Aku bertanya, "silakan bagi kelompok yang belum bertanya untuk bertanya kepada kelompok presentator". Kelas hening. Anggota kelompok presentasi bersuara "Kelompok 2 yang belum bertanya". Semua mata mengarah kepada kelompok 2. Si anak tidak memberi respon sama sekali. Aku bertanya sekali lagi dengan suara cukup untuk didengar, "kelompok 2 silakan bertanya". No respon.
"K, ada pertanyaan?". 
"Nda ada enci", jawabnya kurang bersemangat.
"Kalau tidak ada mengapa tidak jawab dari tadi? Kamu marah ketika ditegur main game di kelas? Tidak bisa seperti itu, ya! Yang  bertanya padamu adalah manusia bukan benda mati, sehingga kamu perlu memberikan respon ketika ditanya di awal tadi". Dia terdiam. Wajahnya memerah. Dia menatap teman di seberang mejanya, sambil memberi kode "Ayo, kamu aja yang bertanya.."
"Perhatikan ya semua, ketika dosen sudah masuk di kelas, please safe your gadget!"
Tegasku.
Aku mengambil waktu 10 menit untuk 'sikat' sisi karakter mereka. 
Prof. Rhenald Khasali pernah berkata, generasi milenial unggul dalam hal IT tetapi mereka kurang mendapatkan observasi dari orang tua. Saking fokus pada IT, karakter baik mereka perlahan-lahan terkikis habis. Be aware untuk para pendidik dan orang tua.

Mendidik karakter lebih penting daripada sekedar menyampaikan materi.
Akh, hari ini luar biasa lah.
Menutup bulan Mei dengan kisah luar biasa.
I welcoming June with greatful heart 🙏💗


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018