First Trip in 2021: Tagulandang

Mengawali tahun ini dengan berkunjung ke Tagulandang. Pagi itu, setelah saat teduh, hati saya memutuskan untuk bersiap menuju Tagulandang. Rencana di akhir tahun 2020 untuk berkunjung ke sana harus dipending karena keluarga yang kuatir. Namun, hati tetap tidak tenang. Aku harus segera berangkat untuk menyelesaikan 1 mandat yang Tuhan sudah taruh di hati waktu itu. Aku masih belum mengerti benar namun hati hanya digerakkan untuk pergi ke sana.

Di satu sisi, keluarga (kakak) saya tidak ingin saya berangkat karena kuatir dengan cuaca dan juga faktor sosial. 

Cuaca pagi ini sangat cerah. Angin berhembus perlahan. Sedikit berbuih di laut. Orang lalu lalang memesan tiket dan menuju kapal yang tengah berlabuh. Saya bertemu dengan seorang teman dengan tujuan yang sama, ke Tagulandang. Namanya Ifke. Seorang perawat di Rumah Sakit Lembean, Minut. Karena baru pertama kali berangkat ke area Nusa Utara ini maka saya mencoba mencari-cari teman. Puji Tuhan ada Ifke. Laut cukup bersahabat. Sepanjang perjalanan menuju kapal, saya terus berdoa minta cuaca terbaik.



Tuhan kiranya berkenan atas perjalanan di awal tahun ini. Kerajaan-Mu datang, kehendak-Mu jadi di Sulawesi Utara seperti di Surga.  Aku hanya mau taat. Langkah awal menentukan langkah-langkah selanjutnya di tahun ini. Ini yang aku pegang. Jangan sampai salah mengambil keputusan. Jangan sampai aku salah mendengar suara. Tuhan kiranya memberikan kepekaan lebih di tahun ini.

Aku menikmati perjalanan iman ini dengan Tuhan. Tak lupa ku bawa buku untuk dibaca. As always.


Kursi nomor 9, Kapal Cepat Majestik II

Perjalanan kali ini disertai dengan sedikit riakan gelombang. Teristimewa ketika ada di Talise. Kapal seperti ayunan. Pelabuhan pertama yang kami jumpai adalah Biaro. Kami tiba di Biaro pukul 12.30 WITA. 



Pelabuhan Biaro

Kami berlabuh sejenak kemudian melanjutkan perjalanan ke Tagulandang. Perjalanan sekitar 40 menit menibakan kami di pelabuhan Tagulandang.

Pelabuhan Tagulandang


Pulau Ruang, Tagulandang

Puji Tuhan akhirnya tiba dengan selamat. Berjumpa dengan anak-anak (Gerald, Wawu, Anti, Linda, Indra) di sini. Mereka sudah menunggu di pelabuhan. Kami naik bentor dan menuju ke rumah Linda. Makanan sudah disiapkan.  Kami makan dan berbagi cerita satu dengan yang lain. Tante, oma dan adik dari Linda juga turut bersama-sama dengan kami.

Kami akan sama-sama mendengar apa yang Tuhan gerakkan di hati dan mengerjakan nya sebelum kembali ke Manado....



(Dari Kiri ke kanan: Anti (baju hitam), Wawu (baju strip hitam putih), Gerald (baju hitam), Indra (baju merah), baju biru (Linda).


Salam Kegerakan dari Tagulandang.
Yesus Tuhan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018