Pengalaman Tes CPNS Dosen 2019

Malam tiba.....

Setelah makan malam aku berbaring di kamar sambil membaca catatan pribadiku. Aku tiba-tiba saja tergerak menulis kisah mengikuti Tes CPNS tahun kemarin. Siapa tau ada yang butuh. Sama seperti ketika aku tes kemarin, aku mencari-cari di google, pengalaman tes CPNS. Dan ternyata tulisan-tulisan itu masih sangat kurang. Nah, kali ini aku mau tulis deh.....

Tulisan kali ini lebih ke arah sharing pengalaman (tips-tips) ya, bukan refeksi pribadi seperti tulisan-tulisan sebelumnya! :) 

Kita mulai yuk!

Aku mau membagi tulisan ini ke dalam dua (2) bagian: 1) tahap awal; 2) tahap seleksi.

Tahap Awal:

a.       1. Menerima Pengumuman tentang Seleksi CPNS 2019

Bulan November 2019, ada pengumuman tentang Seleksi Penerimaan CPNS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 (Untuk Formasi Pendidikan Tinggi). Aku mencetak pengumuman tersebut (9 halaman) dan membacanya dengan teliti. Aku mewarnai hal-hal sangat penting dalam pengumuman tersebut yang harus aku persiapkan. Aku mulai mempersiapakan berkas-berkas yang disyaratkan (Ijazah, KTP, Swafoto, Surat Lamaran, Surat Pernyataan, dan Transkrip Nilai). Benar-benar sangat teliti. 

2. Pembukaan akun CPNS

Setelah memahami isi pengumuman dengan baik, aku mulai membuka akun CPNS tanggal 15 November 2019, pukul 07.00 WITA. Pembukaan akun ini dilakukan melalui portal https://sscasn.bkn.go.id. Akun CPNS adalah akun kita yang akan digunakan untuk mendaftar sampai melihat pengumuman kelulusan.

c.       3. Pendaftaran sebagai peserta tes

Pendaftaran mulai dibuka tanggal 21 November – 5 Desember 2019 melalui CPNS Online di portal Nasional. Tanggal 27 November aku mendaftar (registrasi) secara secara online melalui website dengan alamat https://sscasn.bkn.go.id,  meng-upload swafoto, dan mencetak kartu pendaftaran SSCN 2019. Aku memilih formasi jabatan Asisten Ahli – Dosen (Universitas Pattimura Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Formasi ini hanya menerima 1 orang. Oh ya, saat pendaftaran ini aku menyiapkan dokumen yang memuat informasi seperti: akreditasi kampus dan jurusan tempat aku kuliah, nomor ijazah, nomor KTP, dan softfile pas foto berlatar merah.

d.      4. Mencetak Kartu Pendaftaran dan Karu Informasi Akun

Setelah semua dokumen yang dipersyaratkan ter-upload ke akun SSCN, aku kemudian mencetak kartu pendaftaran dan kartu informasi akun. Saat sudah mencetak kartu pendaftaran, tidak ada lagi data yang dapat diedit pada akun SSCN. It already fixed. Jadi pastikan kita sudah mengupload dokumen yang tepat.

e.      5. Memotret diri saat memegang kartu Pendaftaran dan KTP

Setelah mencetak kartu, kita harus mengambil foto diri saat memegang kartu pendaftaran dan KTP kemudian meng-upload ke akun SSCN pribadi kita.  Setelah semua sudah berakhir, aku menyimpan kartu pendaftaran dan informasi akun pada map khusus yang telah aku siapkan.

Ini adalah 5 tahapan awal sebelum kita masuk pada proses seleksi CPNS.

Tahap Seleksi:

Seleksi CPNS sendiri terdiri dari tiga (3) tahap:

1     Seleksi Administrasi

Seleksi ini berlangsung dari tanggal 25 November – 13 Desember 2019. Semua dokumen yang telah diupload sebelumnya akan dikroscek oleh sistem. Hasil seleksi diumumkan tanggal 18 Desember. Waktu pengumuman, aku sedang berada di atas kapal menuju kampung halaman untuk liburan Natal. Puji Tuhan, lolos.

Aku mulai mempersiapkan diri untuk belajar sungguh-sungguh. Aku pelajari buku Soal Tes CPNS yang dibeli tahun-tahun sebelumnya. Aku download aplikasi Tes CPNS dan berlatih di sana. Aku belajar dari YouTube juga (Viracun dan Dosen Ndeso). Kedua channel in yang sangat membantu aku mengerjakan soal-soal tes CPNS. Setiap hari aku selalu menyempatkan diri untuk belajar.

Setelah dinyatakan lolos administrasi, aku mencetak kartu peserta ujian CPNS 2019.

2.       Seleksi Kompetensi Dasar

Pengumuman nama peserta tes dan lokasi tes diumumkan pada bulan Februari. Kali ini kita yang memilih lokasi tes. Aku memilih tes di Manado (karena sedang bekerja di Manado saat itu dan sifat tesnya online. So, it is OK kalau tes dari jauh, ya). Tes dilakukan berdasarkan kota. Misalnya, Jakarta dulu, kemudian Bandung, dst. Seingat ku Ambon kebagian tes tanggal 7 Februari sedangkan Manado tanggal 21 Februari. Semua peserta yang se-formasi dengan aku tes lebih dulu yaitu tanggal 7. Skor yang keluar ternyata hanya 1 peserta yang lolos passing grade. Aku mulai takut waktu itu. Pikirku soal tes pasti susah.

Setelah mendengar informasi bahwa 1 peserta di formasi yang sama sudah lolos passing grade (skor 337), aku mulai mengatur strategi belajarku. Semua cara aku pakai, mulai dari baca buku, latihan soal, mencatat materi dari youtube, mengunduh aplikasi CPNS di HP (biar anytime anywhere I can learn), menghafal UU sampai simulasi manual dan simulasi online, aku lakukan berulang-ulang kali. Aku buatkan jadwal belajar setiap minggu. Week 1 isinya Senin – Minggu. Aku atur jadwalnya, Senin – Rabu aku harus lahap semua materi dan soal TWK. Kamis – Sabtu, TIU. Minggu TKP. Aku atur berdasarkan daya serap ku terhadap materi. Jika materinya berat seperti TIU (bagiku TIU cukup berat karena da rumus dan teknis pengerjaan soal), maka aku akan mengalokasikan waktu yang panjang misalnya 3 hari untuk melahap materinya.

Wah, pokoknya untuk SKD kita harus setting standar setinggi-tingginya. Misalnya aku harus capai skor 400. Kalaupun pada kenyataan tidak sampai 400, paling tidak mendekati lah. Tapi jangan hanya bikin target ya, harus dibarengi dengan kerja keras dan berdoa sungguh-sungguh.

Untuk TWK: aku sudah start menghafal pasal-pasal di dalam UUD 1945 sejak bulan Desember. Aku buatkan buku catatan khusus untuk TKW, TIU, dan TKP. Masing-masing jenis tes ada buku catatannya sendiri. Ini sangat membantu-ku untuk mengingat isi UUD sampai pada periode-periode amandemennya. Aku mulai mapping pasal-pasal UUD 1945 ke dalam gambar-gambar kecil, seperti pohon yang bercabang-cabang dan ku tuliskan pasal-pasal dan ayat-ayatnya. Ini biar enak dipahami dibanding sekedar baca tulisan pasal-pasal UUD yang begitu padat.

Untuk TIU, aku mulai dengan menghafal rumus-rumus bangun ruang. Misalnya volume kerucut, kubus, balok, dll. Jangan takut dengan materi yang terasa sulit. Cara membuat agar tidak sulit adalah mencicil untuk mempelajarinya perlahan-lahan. Pasti terbiasa dan mudah. Selain itu, TIU juga didominasi oleh soal-soal gambar. Cari gambar yang berbeda, dst. Nah ini butuh latihan berkali-kali (jangan bosan). Ini membantu kecepatan kita saat tes nanti. Aku benar-benar merasakan manfaatnya di ruang tes. Aku tidak menghabiskan banyak waktu di soal-soal gambar karena sudah terbiasa latihan di rumah.

Untuk TKP: teknik menjawabnya sederhana. Aku akan pilih jawaban yang mengutamakan kepentingan organisasi, bukan kepentingan diri sendiri. Nilai-nilai karakter akan dinilai di sini. Aku selalu latihan berkali-kali dan cek di soal mana aku keliru menjawab dan perbaiki di latihan berikutnya.

Tanggal 21 Februari 2020 tiba. Aku terjadwal tes di sesi terakhir yakni jam 16.00 WITA. Aku sudah menuju Kantor BKN Regional Manado pukul 14.00 WITA. Sepanjang perjalanan aku berdoa biar kehendak Tuhan yang jadi. Aku sudah belajar mempersiapkan segala sesuatu yang aku bisa, jadi untuk tes hari ini aku minta kehendak-Nya yang jadi.

Di saat masuk ke tenda tempat mendaftar ulang aku sempatin baca catatan dan latihan soal. Wah, pokoknya aku manfaatkan setiap menit dengan belajar. Aku gak mau setengah-setengah. Sekali basah, basah semua. Kalau sudah maju ya harus siap perang. Meskipun ada rasa takut dan tegang yang bercampur aduk, aku kendalikan dengan berdoa dan menyembah Tuhan. Jadi bisa tenang lagi. Doa bekerjanya luar biasa lah untuk ku.... 

Jam tes hampir tiba, kami disuruh berbaris masuk ke ruangan utama untuk mendapatkan arahan sebelum masuk ke ruang tes sebenarnya. Pastikan dirimu untuk tetap tenang. Jika mulai takut & tegang, berdoa ya. Itu sangat-sangat membantu. Doa itu sangat besar kuasanya. Saat masuk ruang tes aku berdoa sambil jamah semua perangkat komputer yang aku pakai (mouse, keyboard, monitor, badan komputer, kursi, meja). Aku dapat posisi duduk paling belakang.

Saat tes dimulai, aku memilih mengerjakan soal dari nomor 1 yaitu Soal TWK. Ada 35 soal TWK, 30 TIU, dan 35 TKP. Aku memilih mengerjakan soal secara urut dari nomor 1 sampai 100 agar tetap konsentrasi, tidak panik. Jika ada soal yang sulit, aku cepat-cepat lewatkan. Biar tetap tenang, aku sesekali bernyanyi dalam hati. Doa juga.

Menjelang menit ke-90, ada beberapa soal TWK dan TIU yang belum terjawab. Aku balik ke soal TWK dan baca, aku berusaha di menit-menit terakhir. Aku jawab semaksimal mungkin. Nothing to loose, kan! Ku cek lagi soal TIU, ternyata masih ada soal memilih gambar. Mudah. Aku cepat2 klik. Tak lama waktu habis.

Skor yang muncul benar-benar mengejutkan : 379 (TWK 100, TIU 135, TKP 144). Puji Tuhan, aku lolos ke SKB.

🥺☺☺

3. Seleksi Kompetensi Bidang (Wawancara, Micro Teaching, Computer Based Test)

Aku mempersiapkan diri lagi untuk SKB. Aku mulai googling tentang pengalaman SKB teman-teman sebelumnya. Ada beberapa tulisan di blog yang sangat membantu ku dalam proses persiapan. Aku juga belajar dari Youtube dan lebih penting juga adalah bertanya langsung kepada teman-teman yang sudah ikut SKB di formasi yang sama pada kampus yang sama. Puji Tuhan aku punya seorang teman, satu almamater waktu kuliah S1 & S2. Dia banyak memberikan informasi seputar SKB ini. “Danke, Anco”. Aku juga cari informasi dari kakak dosen di fakultas MIPA. Dia juga banyak memberikan informasi penting untukku. “Danke, kaka Icha”. Aku mempersiapkan semua dengan sangat baik. 

Aku berangkat Ambon untuk mengikuti tes SKB. Sebenarnya bisa ikut dari luar Ambon karena sifat tesnya online, namun setelah memikirkan matang-matang, aku akhirnya memutuskan untuk tes dari Ambon. Pertimbangan utamanya adalah jangan sampai tiba-tiba ada perubahan mekanisme tes yang mengharuskan peserta tes untuk datang ke kampus. Ternyata benar dugaan ku. Kami mengikuti Computer Based Test (CBT) dari kampus Unpatti. Semua peserta yang mengikuti seleksi khususnya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dijadwalkan untuk mengikuti tes dari lokasi kampus. Jadi bagi teman-teman yang akan ikuti seleksi dan masih bingung ikut SKB-nya dari mana, bisa pikirkan matang-matang ya. Saran ku: langsung ke lokasi di mana kampus itu ada, biar sekalian adaptasi :)

Kali ini ada beberapa sub-tes untuk SKB:

- Tes Literasi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Pada tes ini aku mempelajari berbagai UU tentang Pendidikan Tinggi. Ada poin-poin tertentu yang perlu dihafal juga.

-        Tes kemampuan bahasa Inggris

Nah soal-soal di sini adalah seperti artikel jurnal. Kita harus baca dengan cepat untuk menjawab 3-4 soal di bawahnya. Wah, memang rasanya itu nano-nano. Setiap sub tes ini waktunya hanya 20 menit.

-     Tes Penalaran dan Pemecahan Masalah

Soal-soalnya seputar kasus yang di dalamnya grafik yang perlu kita analisa dengan cepat untuk memilih jawaban. Ini mirip dengan tes bahasa Indonesia di jaman SMA. Ada bacaan yang sangat panjang dan kita akan menjawab beberapa soal yang jawabannya kira-kira ada di dalam bacaan itu. Ya, memang butuh nalar yang tinggi. Strategi ku kemarin, aku coret-coret di kertas buram untuk membantu analisaku.

-        Tes Dimensi Psikologi  

Soal-soal di sini mirip dengan soal TKP. Sangat mirip. Kita disuruh memilih jawaban yang sesuai karakter kita. Kata kuncinya: pilihlah jawaban yang mengutamakan kepentingan organisasi dulu baru kepentingan pribadi.

-        Tes Wawancara

Tanggal 17 September 2020 aku dapat email dari WR 3 terkait jadwal wawancara dan micro teaching.

Aku menyiapkan CV dan bukti-bukti pendukung seperti jurnal, buku, sertifikat, piagam, dll. Tanggal 21 September 2020 aku dapat jadwal wawancara. Waktu itu aku diwawancara oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Bapak Muspida, M.Si dan Bapak Dekan Fakultas Ekonomi, Bapak Dr. Erly Leiwakabessy. Wawancara via zoom. Aku dijadwalkan masuk ke zoom room pukul 09.15 WIT. Setelah masuk ke sana, operator akan mengarahkan kita ke break out room. Aku stand by sebelum pukul 09.15 WIT.


Saat network trial. Aku memastikan jaringan stabil atau tidak.  


Foto saat diwawancarai oleh Bapak Erly Leiwakabessy, Dekan FEB UNPATTI 

Bapak WR 4 yang mewawancarai terlebih dahulu. Pertanyaannya:

a.  Lulusan mana? Prodi apa? Tahun berapa?

b.  Mengapa ingin jadi dosen? Padahal dosen itu gajinya kecil.

c.  Sudah punya berapa riset?

d. Sudah menikah? Sudah punya pacar? Kerja di mana? Kalau sudah menikah dan suami bekerja di tempat lain, gimana?

e. Alternatif seperti apa yang akan diambil jika suami tugas di Medan?

Aku menjawab semuanya dengan jujur dan menunjukkan bukti publikasi riset.

 

Bapak Dekan melanjutkan proses wawancara. Pertanyaannya:

a.   Nova asli mana?

b.  Nova pendidikan dasar sampai SMA di Aru?

c. Apa yang bisa kamu buat untuk sistem pendidikan di Unpatti? Apa yang akan kamu kembangkan?

d. Bagaimana jika ada mahasiswa yang kritis yang mengetahui sesuatu lebih dari kamu?

e. Mengapa mau jadi dosen di Maluku?

f. Kamu tahu karakter orang Maluku kan? Bagaimana budaya pela gandong terima orang-orang dari 34 Provinsi? Sebagai dosen apa yang akan kamu lakukan?

g. Nova dapat  predikat apa waktu S1 dan S2?

h. Apa yang akan kamu buat di MBD agar ekonomi di sana maju? Apakah MBD harus merdeka?

i.   Nova pernah jadi Dosen Luar Biasa (DLB)  di UKSW. Mengajar MK apa saja?

Semua bukti-bukti kinerja ku, seperti artikel jurnal, buku, sertifikar, aku siapkan semuanya di meja yang berdekatan dengan posisi aku di zoom. Sesekali penguji meminta kita menunjukkan bukti itu.  


Aku menjawab semua pertanyaan dengan maksimal. Menjelaskan panjang lebar agar kesannya tidak diam (pasif).

-          Micro Teaching

Menyiapkan materi dan alat peraga (pendukung). Aku mempersiapkan materi ku dalam bahasa Inggris dan mengajar pun dengan bahasa Inggris. Ini strategi untuk dapat poin tinggi (katanya).

Tanggal 22 September 2020 aku tes micro teaching. Pengujinya adalah Dr. Paul Usmany dan Dr. Jefry Gaszperz.


Foto saat selesai diuji oleh Bapak Paul Usmany & Bapak Jefry Gaspersz


Aku menampilkan slide berbahasa Inggris dan mulai melakukan simulasi mengajar dalam bahasa Inggris juga. Kadang-kadang aku campur dengan bahasa Indonesia. Aku memaparkan materi tentang Penganggaran Sektor Publik.

Pak Jefry bertanya lebih dulu:

a. What’s the relation between good government and budgeting?

b. What’s the purpose of learning?

Aku menjawab dalam bahasa inggris juga.


Pak Paul melanjutkan bertanya:

a. Musrenbang bertujuan untuk apa?

b.Mengapa anggaran pemerintah harus ada prioritas?

Aku menjawab dan Pak Paul juga menambahkan.


"Cukup. Silakan meninggalkan ruang", kata kedua bapak penguji.


Selesai!

Aku pamit dari kedua bapak dan meninggalkan break out room itu.

Ini bukan akhir dari SKB, ya! Masih ada 1 kali tes lagi namanya Computer Based Test (CBT) yang di dalamnya berisikan 3 sub tes, antara lain:

- Tes Literasi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

-  Tes kemampuan bahasa Inggris

-  Tes Penalaran dan Pemecahan Masalah

-  Tes Dimensi Psikologi  

Tes diadakan tangga 30 September 2020, pukul 08.00 WIT. Tes di gedung sistem informasi UNPATTI. Setelah tes skor cukup. Cukup was-was juga.

Hasil akhir diumumkan pada tanggal 31 Oktober 2020, pukul 01.00 WIT. Puji Tuhan Yesus, Lolos.... ❤👐

Ini hasil integrasi nilai SKD dan SKB. Aku dan teman 1nya selisih 3,487. Selisih tipis.

 


Setelah dinyatakan lolos, kami langsung diarahkan untuk melakukan pemberkasan. Surat yang harus diurus seperti : SKCK, Surat Bebas Narkoba, Surat Keterangan Jasmani dan Rohani, Surat Lamaran Kerja, Ijazah S1 & S2, Transkrip S1 & S2. Setelah menginput dokumen ini ke dalam sistem sscn, jika sudah lengkap maka sistem akan mengijinkan kita untuk mencetak Daftar Riwayat Hidup (DRH). 

Karena aku adalah dosen pindahan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) maka saat dinyatakan lolos di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), saya wajib mengurus Surat Lolos Butuh dari PTS agar data dosen ku di PTS tersebut dipindahkan ke PTN. Ini yang biasanya disebut dengan pindah homebase. Pengalaman pengurusan Surat Lolos Butuh dan pemindahan homebase akan aku tulis nantinya ya.    

Kiranya tulisan ini bermanfaat buat teman-teman yang mau berjuang CPNS di tahun ini ya. Berusaha keras dan berdoa yaaa.... Hasil terbaik selalu mengikuti proses terbaik, apalagi ini jaman online, tidak ada peluang nepotisme. So, berjuang saja, kerja kerasmu pasti ada hasilnya, kok. Selamat dan semangat berjuang teman-teman. Buktikan bahwa kalian layak!

  -IWDFM-

"Jika Tuhan yang memanggil kamu untuk melayani di suatu tempat, maka kamu pasti dimampukan untuk melewati prosesnya"

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018