Sudahkah Bekal-mu Siap?

Aku terbangun di pagi subuh. Kelelahan fisik membuatku tak bisa mengendalikan rasa kantuk semalam. Malam tadi seharusnya menjadi malam untuk aku latihan presentasi untuk presentasi Laporan Pelaksanaan Aktualisasi pada agenda Pelatihan Dasar CPNS hari ini. Tapi ya sudahlah, mau dikata apa, tubuh meronta karena lelah. Aku tertidur setelah uji coba laptop dengan Erik. Laptop pun tak jadi. Aku harus ke rumah Isye di Poka pagi-pagi. 



Presentasi kali ini agak terhambat karena mentor tidak dapat join melalui aplikasi WebEx yang disyaratkan. Waktu presentasi menjadi berkurang, kesempatan untuk menampilkan e-modul pun tidak jadi. Coach mengarahkan untuk menghentikan share screen. Masuklah kami pada sesi tanya-jawab. 

Ibu Susetyaningsih, M.Pd. selaku coach mulai menyampaikan kepada mentor tentang keberadaan ku selama mengikuti pelatihan dasar ini. Beliau memberi saran agar aku belajar public speaking agar meningkatkan kepercayaan diri. Beliau melihat aku perlu meningkatkan bagian ini agar lebih maksimal dalam pembelajaran di kelas. 

Ibu Esty Sulistyoningsih, M.Pd. mulai mengajukan pertanyaan. Bagaimana strategi yang perlu dilakukan agar penggunaan e-modul ini dapat maksimal? Aku menjawab bahwa menyediakan bentuk PDF bagi mahasiswa. Beliau menyampaikan pesan-pesan penting untuk ku. Bekal yang harus dibawa untuk menempuh perjalanan ber-ribu-ribu kilo mereka ke depan. 

Di akhir sesi ini yang sangat mengharukan. Akan aku ingat sampai kapan pun!!!! 
Ibu Suset tanya: "Papa, Mama masih ada?".
Aku menjawab :"cuman mama, Bu. Papa sudah almarhum". 
"Ya, andaikata papa ada, beliau pasti bangga sama Mbak Nova." Aku tertunduk. 
"Andaikata mama ada di room ini, apa yang mau Mbak Nova sampaikan buat mama?"

Kalimat pendek ini langsung menembus hati terdalam ku. Aku gak bisa menahan. Air mata keluar dengan derasnya. Tidak bisa berkata-kata. Aku mengarahkan HP di depan layar laptop, menutup wajah yang sudah berlinang air mata. Aku menjawab "terima kasih". Aku akan bilang terima kasih. 
Ibu Esty, pengujiku juga meneteskan air mata. Ibu Suset juga. Akh, kok bisa begini ya? 


Semalam doa minta apa kamu, nak? 
Ya, karena semalam aku tepar, subuh tadi aku bangun dan saat teduh. Hanya dapat lagu "bila Engkau tak beserta ku, ku tak mau berjalan...."
Masih sama doanya: "Tuhan hadir dan sertai sa, Su cukup. Beta sadar ini perjalanan yang akan sangat panjang. Sampai Beta tutup usia, Beta akan ada di lembaga ini. Doanya masih sama Tuhan, Tuhan nyatakan Tuhan pung kehadiran jua, itu su cukup.

Di akhir sesi presentasi Laporan Akhir ini, b lihat dengan mata iman kalau Tuhan ada dan hadir. Tuhan hadir di lintas agama dan kepercayaan. Ibu Suset deng Ibu Esty bukan orang Kristen, Beta juga bukan Muslim, tapi rasa damai sejahtera yang muncul di hati tadi pagi di ruang kelas online itu benar-benar berbeda. Beta sangat tenang. Meskipun b presentasi tadi terlambat karena mentor yang terhambat join dengan aplikasi baru itu. Meskipun b juga zg sempat tampilan hasil kerja (e-modul) di room, tapi danke banyak Tuhan untuk pertanyaan terakhir di penghujung seminar tadi. Ini pertanyaan yang biking Inga Beta bahwa kalau Ose bisa badiri hari ini di tempat pengabdian sakarang ni, itu zg pernah lepas dari doa seorang mama. 

Tadi juga ditanyakan soal komitmen yang diambil saat bekerja sebagai PNS. Saya menjawab:
"Saya berkomitmen untuk bekerja secara profesional dalam bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat. Yang kedua, saya berkomitmen untuk konsisten dalam menerapkan nilai-nilai dasar CPNS dalam bekerja di Universitas Pattimura".

Apakah bekalmu sudah siap? Ya, kejadian di akhir seminar tadi sebenarnya sudah menyiratkan pesan-pesan kehidupan yang harus dibawa dalam perjalanan panjang ini. Jangan ditinggalkan. Dibawa terus. 

Terima kasih banyak, Ibu Penguji. Kiranya berkah-Nya melimpah atas Bu Esty dan keluarga. Terima kasih Ibu Coach ku yang terbaik, Ibu Suset. Terima kasih sudah memberikan pertanyaan yang menusuk sampai di lubuk hati terdalam ku. Aku gak bakal lupa Ibu. Ibu jadi satu inspirator ku dalam mengajar. Doaku kiranya Ibu terus sehat dan bahagia bersama keluarga. Pesan, masukan dan kritikan Ibu lebih tinggi nilainya dari pada predikat yang akan diberikan untukku sebagai peserta latsar CPNS. Semua nilai-nilai yang Ibu berikan benar-benar bisa jadi bekal untuk ku menempuh perjalanan panjang sebagai seorang pendidik anak bangsa.

Ujian selesai. Aku mengucapkan salam assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Kami pamit dari grup.

Tulisan ini sengaja diabadikan di sini supaya aku terus ingat apa komitmen ku bekerja di tempat ini. UNPATTI harus jadi rumah untuk civitasnya, untuk kami dosen-dosen kecilnya.

Ayat yang didapat kemarin sebelum maju seminar hari ini: 
[ESV] - 2 Chronicles 20:17 You will not need to fight in this battle. Stand firm, hold your position, and see the salvation of the Lord on your behalf, O Judah and Jerusalem.’ Do not be afraid and do not be dismayed. Tomorrow go out against them, and the Lord will be with you. [ESV] - 2 Chronicles 20:18 Then Jehoshaphat bowed his head with his face to the ground, and all Judah and the inhabitants of Jerusalem fell down before the Lord, worshiping the Lord.

Bring it back to its destiny!
IWDFM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018