New Gate

Memasuki tahun ke-7 masa pacaran kami, juga karena angka 7 adalah angka sempurna maka kami pun memutuskan untuk menikah di tanggal 7, tepat di tahun ke-7 kami berkomitmen membangun hubungan serius. 

Aku tiba-tiba ingat ada bacaan di Alkitab yang menceritakan tentang tahun ketujuh. Di Alkitab, tahun ke-7 itu menunjukkan tahun sabat atau tahun dimana tanah (ladang) bangsa Israel diistirahatkan (masa sabat). 

Sabat bagi tanah memberikan peringatan sekaligus tanda bahwa Allah adalah pihak yang berkuasa penuh atas seluruh tanah. Imamat 25 memberikan perintah kepada bangsa Israel agar mereka tidak menabur dan menanam. Tanah haruslah diberikan perhentian penuh, suatu sabat bagi tanah selama satu tahun.

Bunyi ayatnya seperti ini:

"tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian y penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu z janganlah kaurantingi (Imamat 25:4)."

"but during the seventh year the land shall have a sabbath rest, a sabbath to the Lord; you shall not sow your field nor prune your vineyard (Leviticus 25:4)."

Pasti teman pembaca bertanya apa hubungannya dengan pernikahan? 

Sebenarnya hati ini tidak pernah berhenti bertanya ke Tuhan. Tuhan, Engkau mau apa dari pernikahan ini? Jadilah menurut kehendak-Mu. Suatu waktu dalam masa merenung, Tuhan ingatkan tanggal menikah kami dan durasi waktu pacaran kami. Keduanya adalah 7. Kami Menikah tanggal 7 dan itu merupakan tahun ketujuh kami menjin hubungan pacaran. Kami komitmen untuk berpacaran di bulan Januari 2015. Lalu pikiran dan hatiku dibawa ke belakang untuk melihat bahwa ini adalah perjalanan 7 tahun. Menikah di tanggal 7 Januari itu seperti memberikan pintu bagi kami untuk masuk dalam 1 musim yang baru. New Gate.



Tahun ketujuh adalah tahun yang khusus bagi orang Israel. Tanah yang mereka kerjakan harus diistirahatkan. Jika dipikir-pikir, tanah itu sumber penghidupan bagi tumbuhan dan tumbuhan menjadi sumber makanan bagi semua makhluk hidup. Simpulannya, tanah menjadi sumber hidup semua mahkluk. Namun mengapa perlu diberi masa sabat (istirahat)? Untuk masuk dalam New Gate, Tuhan mau kami mengambil masa sabat. H-3 kami mengambil masa puasa. Yah, seperti tidak mau ketinggalan pesan surga. Secara pribadi aku yang mulai kurang fokus dan terdistraksi, berusaha untuk tetap kuat. Deg-degan. Emosi labil. Wah. Rasanya mau melewatkan tanggal 7 itu. "Tuhan, asal Tuhan hadir itu sudah cukup", doaku.

Banyak hal yang berjalan tidak sesuai ekspektasi kami. Di sana kami sadar, Tuhan yang membuat pernikahan ini jadi berbeda. Kami berserah sama Tuhan. Cuaca yang kadang tidak bersahabat juga cukup membuat deg-degan. 

Hari itu, 7 Januari 2022 adalah hari yang sempurna. Ada panas, mendung, dan bahkan hujan. Semuanya bercampur di hari itu. Sungguh, satu bukti kehadiran Tuhan yang luar biasa hari itu. 

Lagu "You Are" menghantarkan kami memasuki ruang Kudus-Nya. Erik digandeng oleh Erin, adik bungsunya. Aku digandeng oleh Kakak kedua-ku, Kaka Jeki. Semua keluarga sudah standby di dalam ruang gereja. 

Kami mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan dan jemaatNya. Peristiwa yang tak akan terulang lagi. Semua berlangsung dengan penuh khidmat. Ibu Pendeta Oraplean menasihati kami dengan pesan Firman-Nya. Setelah itu, beliau turun dari mimbar dan memberkati kami. Hati terasa begitu lega. Luas. Plong. 



Foto saat Ibu Pendeta memberkati kami.

Perkawinan dua pribadi, keluarga, budaya, dan ras yang berbeda. Doa kami, apa yang jadi Agenda-Nya, itu yang terjadi atas pernikahan ini. 

Mendekati pukul 18.00 WIT, hujan turun. Hujan turun setelah semua prosesi di gereja berakhir. He is here. Sesi di gereja ditutup dengan pelepasan balon. Semua kami menuju Baileo Jozef Kam, Belakang Soya. Ruangan sudah penuh. Acara dipandu oleh MC, kak Stevy Pangajow. 

'Mereka yang datang di malam resepsi adalah orang-orang yang sudah ditentukan Tuhan', kata Oneth. Aku sadar setelah resepsi berakhir. Tamu terakhir yang datang adalah Pak Gembala Teddy Pormes dan Ibu Gembala serta keluarga. Akh, ada rasa hancur hati yang bercampur sukacita karena mereka yang baru berangkat ke Seram harus cepat-cepat kembali karena mau menghadiri resepsi pernikahan ini. Sedikit sharing, beliau berdua adalah orang tua rohani kami yang memberikan konseling pra-nikah.

Kami didoakan tepat di tanggal 3 Januari 2022. H-3 menuju pernikahan kami. Di detik-detik terakhir Tuhan masih berbicara. Terima kasih banyak Tuhan Yesus. 

Doa kami: Biarkan kadar cinta kami akan Engkau semakin bertambah setiap hari sampai kami sama-sama selaras dengan Agenda-Mu, Mandat-Mu. Seperti Engkau pakai Maria yang tidak mengerti apa-apa untuk melahirkan hal besar, kami yang tidak mengerti apa-apa ini, buatlah kami mengerti supaya kami dapat mengerjakan tepat seperti mau-Mu. 

Welcome to the New Gate, Erik & Paska!








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018