Terima Kasih 2022

Terima kasih banyak Tuhan Yesus untuk penyertaan yang luar biasa di tahun ini. Bisa menginjakkan kaki di penghujung bulan Desember tahun 2022 ini saja sudah sangat-sangat bersyukur. Tuhan membawa kami melewati tahun ini dengan sangat luar biasa. Nano-nano rasanya. Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Tulisan kali ini aku ingin berbagi turun-naiknya hidupku dan keluarga di tahun 2022. Seperti sediakala aku belajar menyempatkan waktu untuk mengucapkan terima kasih kepada tahun yang akan segera berakhir.

Tahun 2022 diawali dengan pernikahan kami, tepat di tanggal 7 Januari 2022 di Gereja Imanuel Karang Panjang Ambon, pukul 15.00 WIT. Konseling pranikah masih dilakukan Pagem Teddy Pormes dan Bugem Non Pormes di tanggal 3 Januari 2022. Duduk keluarga terakhir juga masih dilakukan di tanggal 5 Januari 2022. Harapan pernikahan waktu itu hanya 1:”biarlah pernikahan ini menghasilkan anggur baru yang membuat kami tidak pernah berhenti bersukacita dan semakin jatuh cinta sama Tuhan terus”.


Ket: Pelepasan balon setelah Pemberkatan Nikah di Gereja Imanuel Karang Panjang

Ket: Pemotongan Kue Pengantin saat Resepsi Pernikahan kami di Aula Josep Kham, Belakang Soya.

Memasuki bulan Februari, aku mulai bergabung dalam tim Penyusun Road Map Penelitian Fakultas. Belajar banyak hal di sini, tidak hanya soal knowledge tapi juga kerja sama tim, memberi hati yang besar untuk membangun institusi.

Maret & April, aku bergabung dengan tim doa untuk Unpatti yang baru. Tak lama setelah itu, dimasukkan dalam tim Pengembangan Program Studi S3 Ilmu Ekonomi. Tak habis pikir, mengapa aku? Tapi taat saja untuk mengerjakan bagianku dengan maksimal.

Mei 2022, pulang ke Letti dengan Mas suami, Erik. Erik diperkenalkan pada keluarga besar di Letti. Salah satu doa dan kerinduan dijawab Tuhan. Terima kasih, Bapa.

Ket: Saat duduk keluarga untuk perkenalkan Mas suami kepada keluarga di Desa Tutukey, MBD




Ket: Gunung Kerbau 🐃, Moa

Awal bulan Juni tergabung juga dalam tim International Conference of Business and Economics (ICON-BE 2) dan bekerja maksimal hingga penyelenggaraan kegiatannya pada 15 Oktober 2022. Puji Tuhan berjalan lancar.

Ket: Persiapan tim di H-1

Ket: Menjadi moderator di room 2

Ket: Setelah rangkaian kegiatan ICON-BE 2 di Swiss-Belhotel, Ambon

Di bulan Juni juga baru ketahuan kalau sementara mengandung 2 bulan setelah periksa ke dokter. Waktu itu sudah rencana berangkat ke Yogyakarta dengan tim KFN dari Ambon, namun karena hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa aku sedang hamil dan beresiko jika melakukan perjalanan jauh, apalagi kondisi ku yang tiba-tiba drop, maka aku batal berangkat.Sedih juga waktu itu, namun di sisi lain hati benar-benar sangat bersyukur dan bersukacita karena Tuhan menjawab doa dengan sangat cepat. Danke banyak Abba Bapa. 

Inilah awal sakit akibat bawaan hamil ini. Banyak hal yang tiba-tiba berubah dari kebiasaan hidupku. Kurang maksimal untuk hal yang lainnya. Sepertinya lagi dibawa untuk membangun mental menjadi seorang ibu. Sejak itu, aku mulai merasakan betapa perjalanan di tahun 2022 ini penuh dengan banyak salahku sama Tuhan :'(

Perjalanan selama masa kehamilan di trimester pertama sungguh-sungguh membuatku lemah tak berdaya. Aku hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Tidak ada makanan yang bisa ku makan dengan baik. Hanya permen dan penggalan roti isi daging. Jujur, aku mulai mengeluh dengan keadaan ini. Aku mencoba berdoa dengan isi mengeluhkan keadaan ku pada Tuhan: "Tuhan masakan Engkau mempercayakan buah kandungan ini hadir, tapi kenapa susahnya mengandung seperti ini?" Itulah kedunguan ku. I am sorry Lord.

Memasuki bulan Juli, aku perlahan menarik diri dari pergerakan Lighthouse Marketplace Ministry (LMM). Aku mulai hilang semangat membaca Firman secara rutin seperti sediakalanya. Mulai banyak kali tawar hati dan mudah stress dengan keadaan yang ada, banyak kali mengeluh (teristimewa saat mual muntah parah di trimester awal kehamilan. Di bulan Juli ini juga aku mulai tak berdaya untuk melanjutkan menulis di di blog sejak Juli 2022, padahal ini salah satu resolusi di tahun 2022. Serasa gagal juga membawa anak mentor untuk alami terobosan iman. Aku jadi lebih mudah menciptakan luka di hati orang lain, ya rasanya seperti itu.

Tadinya aku merasa 2022 adalah tahun double portion untuk langkah kegerakan Allah dalam seluruh aspek hidupku, juga atas kampus dan kotaku. Ternyata aku kehilangan banyak sekali energi untuk memperjuangkan itu semua. Di tahun double portion ini, rasanya aku mengecewakan Tuhan secara double. I am sorry Lord. Hatiku serasa membatu. Tidak mudah mencerna Firman yang lewat di depan mataku. Aku seperti hilang pengertian. Aku seperti orang dungu. Tidak bisa aktif mengerjakan hal yang Tuhan sukai. Bahkan di penghujung tahun ini, 30 Des 2022, ada peristiwa yang tidak enak di dalam rumah. Aku melihatnya sebagai peristiwa yang tidak enak karena lagi-lagi soal hubungan. Biasanya aku selalu ingat bahwa: hubungan itu lebih mahal dari harta kekayaan, jabatan, pekerjaan, dll. Namun aku banyak kali melupakan itu. Menorehkan luka lagi di hati sesama anggota keluarga. Oh Tuhan, aku minta ampun. Ini penggalan penyesalanku di tahun 2022. Aku mohon ampun ya, Tuhan.

Bulan Agustus s/d Oktober aku banyak menghabiskan waktu di rumah karena sakit itu namun tetap mengerjakan pekerjaan panitia Icon-Be 2.

Waktu berjalan, usia kehamilanku memasuki bulan ke-5 & ke-6, sekitar bulan Agustus-September. Mual muntah perlahan menurun, dan lama-lama hilang. Aku mulai dapat makan dengan baik. Namun emosi kurang terkontrol dengan baik juga, OMG. Untungnya aku punya suami yang superrrrr sabar dan tenang:'(. Dia begitu sabar menghadapi masa-masa krisisku ini. Katanya "sabar, itu karena perubahan hormon jadi nikmati saja demi si Ade bayi". Aku menjalaninya dengan pasrah. Aku masih saja sulit berdoa dan baca Firman Tuhan. So pitty am I. Si suami yang back up.

Di bulan Oktober ini juga salah satu anak bimbingan boleh ujian skripsi dan lulus. Pengalaman awal membimbing skripsi dan bersyukur Tuhan ajarkan cara menangani mahasiswa ini. Hasil akhirnya, puji Tuhan, membuat diri ini bersyukur sangat. Jadi semakin semangat membimbing dengan maksimal. Tuhan Yesus mampukan. 

Ket: Bersama Jesica T. Gaspersz, S.E., anak bimbingan kedua yang lulus di 2022.

Bulan November menerima kunjungan pastoral dari gereja. Banyak pesan penguatan yang didapat dalam musim kehamilan ini. Tuhan masih menaruh perhatian penuh atas hidup keluargaku. Dia mengirimkan gembala yang peduli dengan umatnya. Memasuki bulan Desember, hati mulai berdebar-debar karena proses persalinan semakin dekat. Aku mulai aktif melakukan power walk, prenatal gentel yoga, dan gerak sana-sini. Ini berkat sharing pengalaman dari sahabat ku, Syema's mommy. Dia pesankan untuk berdayakan diri selama masa kehamilan agar lahiran normal bisa lebih mudah. Danke banyak ne ay.

Sebentar lagi 2022 berakhir. Tahun yang kupikir double portion untuk kegerakan Allah dalam keluargaku, kampusku, pekerjaanku, rasanya belum maksimal. Aku seperti gagal dan belum tuntas mengerjakannya. Aku tak tahu mungkin karena bawaan hamil atau apa? Namun, aku sama sekali tak mau menyalahkan keadaan. Ini memang kondisi yang harus aku lewati. Aku tidak mengatakan bahwa hamil membuatku degradasi secara spirit dan mental. NO!!! Memang ini waktunya aku mengalami hal-hal ini di tahun ini.

Sampai masuk usia kehamilan saat ini, 8 menuju 9 bulan, kondisiku mulai pulih. Meskipun mulai muncul pikiran-pikiran tertentu untuk menghadapi hari persalinan nanti. Hanya bekal percaya bahwa Tuhan Yesus yang akan menopang untuk melewati semua, seperti yang telah Dia kerjakan selama awal kehamilan sampai menjelang persalinan ini.

Di tengah-tengah kondisi yang demikian, aku melihat Tuhan sangat setia mendampingiku :’( He is The Faithfull Father. Ada perhatian dari rekan-rekan rohani yang datang ke rumah dan mendoakan ku. Salah satu yang paling setia datang adalah Usi Oneth dan adik2. Danke banyak dong semua. 

Ket: Kunjungan Toto Excel, Usi Oneth, Usi Vista

Hal ini menyadarkan ku bahwa Dia menyertaiku di lembah-lembah kekelaman. Dia menopangku sehingga aku tak sampai jatuh tergeletak. Tidak habis pikir bagaimana Dia sangat mengasihiku padahal aku begitu keras kepala di masa-masa suram itu. Keras kepalaku kumat lagi :’( ada satu lagu di PKJ yang pas menggambarkan kehidupanku di tahun ini:

“Sejenak aku menoleh pada jalan telah ku tempuh, kasih Tuhan kuperoleh membuatku tertegun. Jalan itu penuh liku, kadang-kadang tanpa trang. Tapi Tuhan membimbingku hingga aku tercengang. Kasih Tuhan membimbingku dan hatiku pun tenang.

Bukan karena aku baik dipegangnya tanganku erat. Bukan pula orang laik hingga aku didekap. Oh betapa aku heran, dilimpahkan yang terbaik. Dengan apa kunyatakan kasih Tuhan yang ajaib. Kunyanyikan, kusebarkan kasih Tuhan yang ajaib”

Kasih Tuhan itu yang menggiringku mengecap kebaikan-Nya yang hampir tak bisa ku lihat karena dungu-nya aku. Dia membawaku keluar dari rasa ketidakberdayaan ku, membawaku untuk sedikit aktif terlibat dalam event-event yang seketika membuatku melupakan kebodohan ku saat sedang sakit di rumah. Aku mulai merasa bimbingan tangan-Nya. 

Tulisan ini mau menorehkan peristiwa-peristiwa iman yang Tuhan izinkan terukir manis di tahun 2022. Perjalanan yang up and down menunjukkan bahwa kita membutuhkan Tuhan setiap waktu. Ya untuk apapun keputusan yang kita buat, untuk apapun kondisi buruk yg kita alami. Kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan dan perkenanan-Nya. Jika Dia berkenan maka semua jadi. 

Doaku menjelang tahun 2023 ini adalah: Genggam erat tangan kami Tuhan sebagai satu keluarga memasuki gerbang tahun 2023. Biarlah kemurahan, kebaikan, dan perkenanan Tuhan akan terus menjadi bagian hidup kami. Seperti doa syukur Daud dalam 1 Tawarikh 17:27 TB, yang juga menjadi motto keluarga kecil kami yang kami dapatkan waktu itu di tanggal 18 September 2022, demikianlah doaku: 

"Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.”



Danke banyak, Abba Bapa!We are so thankful for Your Faithfulness! You are worthy of it all!

Selamat Menyambut Tahun Baru saudara/I seiman. Banyak prediksi buruk di tahun 2023, tetapi apapun itu, bukankah pertolongan kita berasal daripada Tuhan? 

Salam Kegerakan!


With love,

Paska & Erik


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018