Terima Kasih 2023

Januari 2023 menunggu masa-masa kontraksi untuk lahiran baby Joseph yang hari ini genap berusia 11 bulan. Dalam masa-masa itu juga, saya jatuh dengan gym ball. Deg-degan, takut jangan sampai baby Joseph di dalam perut kenapa-kenapa. Ternyata saat periksa sore itu ke dokter Danny, dia aman saja. Malah posisinya sudah siap untuk dilahirkan. Danke banyak par Tuhan Yesus.  

Februari tepat tgl 3, pukul 07.28 Joseph lahir. Lewati proses yang sangat-sangat super duper nano-nano, Tuhan Yesus berikan keselamatan untuk saya dan baby sehingga dia lahir secara normal, berat 3,3kg, panjang 52cm. Danke banyak Tuhan Yesus ee.

Maret 2023, bulan pertama setelah lahiran mengalami suka duka mempersiapkan ASI untuk baby. Dengan pertolongan Tuhan melalui tangan-tangan mama-mama hebat (Mama Ani, Mama Dody), akhirnya ASI bisa keluar. Jo bisa ASI dengan lancar. Di bulan ini juga saya harus balik ke kampus untuk ikut Sumpah PNS. Danke banyak Tuhan Yesus. Cuman sedih di bulan ini Kaka Pendeta Flor Garsperz meninggal dunia. Benar-benar merasa kehilangan.

April 2023, pertama kali merayakan ultah ke-33 dengan si buah hati. Sukacita yang luar biasa dirasakan saat malam harinya, ada kue ulang tahun yang dibawa oleh pasukan dari rumah Lin V. Danke banyak Tuhan Yesus. Ada sedih juga di bulan ini, telat di tanggal ultah, 16 April 2023, Bapa Jhon Mangar, pekerja keras itu meninggal dunia. Benar-benar kehilangan juga. 

Mei, tepat tanggal 2 mulai masuk cuti dengan sambutan hangat dari para working partners. Juga sambutan dari tugas sebagai tim akreditasi jurusan kriteria 5. Belajar dari nol untuk selesaikan bagian yang ditugaskan. Awalnya agak membingungkan, tapi as always, cari tahu dan jadi tahu, sedikit-sedikit. Danke banyak par Tuhan Yesus.

Juni, mulai dijadwalkan untuk mengajar semester pendek. Dapat MK Sistem Pengendalian Manajemen.

Juli, sempatkan ikut sharing dan doa di kampus dengan Pak Rory, Pak Gem, Bu Gem, dan tim doa. Saat sedang sharing, Papa Jo telp untuk segera pulang karena Jo tidak mau tidur sama sekali. He waited for DBF. Setiba di rumah, bersih-bersih, peluk dia dan DBF. Tak sampai 5 menit dia tidur pulang. Di bulan ini juga diberi kekuatan lebih untuk berjibaku dengan kelas semester pendek mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen. Ketemu 2 mahasiswa yang pernah saya ajari di semester sebelumnya dan mendapatkan nilai cukup. Bersyukur sekali karena di kelas kali ini mereka menunjukkan progress luar biasa. Belajar keras sehingga saat MID lisan mereka mampu menjawab dengan baik. Bahkan di saat UAs pun, semua soal mereka kerjakan dengan maksimal. Ini benar-benar menghapus dugaan saya tentang mereka. Saya pikir mereka sukanya main2 dan tidak serius kuliah. Ternyata nilai di semester sebelumnya menjadi batu loncatan untuk mereka di semester ini. Yang membuat terheran-heran lagi adalah mereka berdua me-request saya dari ketua jurusan untuk jadiKan saya sebagai dosen pembimbing skripsi mereka. Di sini aku semakin bersyukur bahwasanya didikan karakter tanpa pandang bulu, pemberian nilai tanpa pandang bulu menuai hasil yang membekas di hati mereka.

Agustus, terlibat dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di Toko Lima Roti Premium Ambon. Bertemu dengan para karyawan yang tampak terampil dan tenang. Saya jadi terkesima dengan penampilan mereka semua saat itu. Hati hanya tergerak untuk membagikan ilmu secara maksimal untuk membantu mereka maksimal juga di dalam pekerjaannya. Agustus ini juga mengalami berita baik yang sebenarnya di awal-awal sempat stres memikirkannya namun perlahan-lahan bisa menerima. Nantikan kisahnya nanti yaa, teman. 

September, persiapan untuk memulai semester ganjil. Ina juga termasuk mahasiswa baru. Semua berjalan lancar. Saat pengenalan jurusan dia pulang dengan berkisah bahwa dia ditunjuk oleh sekretaris jurusan untuk mengutarakan tujuannya berkuliah. Dia menyampaikan bahwa dia anak yang ditinggal ortu sehingga dia termotivasi untuk belajar keras membuktikan bahwa tanpa ortu, bersama Tuhan dia bisa jadi sarjana. Aku tersenyum mendengarnya. Semester kali ini agak berat karena dibebankan mata kuliah yang cukup banyak. Biasanya ya 2 sampai 3 mata kuliah saja. Kali ini berbeda. Merasa saja bahwa Tuhan Yesus sedang memperbesar kapasitas saya. 

Oktober sampai Desember menjalani sementara ganjil yang sangat amat padat dengan penuh syukur. Hanya saja banyak hal rohani yang saya lewatkan dengan terpaksa. Ampuni aku Tuhan. Tak pernah ada lagi waktu ngumpul dengan komunitas baik di gereja maupun di persekutuan doa. Hanya saja di bulan November tanggal 28 dapat kunjungan dari Pak Gembala dan Bu Gembala Pormes di rumah. Terima kasih banyak Pagem dan Bugem untuk taburan benarnya bagi keluarga kecil ini. Maafkan kami yang sangat amat pasif untuk bergabung dengan keluarga Adulam ini. Tapi sejujurnya hati ini tidak ke mana-mana. Tetap stay di Adulam Movement Family. 

Desember, tanggal 24 kami natalan bersama Oma di rumah Lin V. Ibadah bersama di gereja Immanuel. Ibadah Natal tanggal 25 kami berpindah ke Gereja Elim dekat rumah. Puji Tuhan untuk sukacita Natal yang dirasakan. Di rumah tidak ada kue yang banyak, minuman dan ala kadar seperti pada umumnya. Kami apa adanya saja, tapi syukur sekali karena sangat bersukacita dan berbahagia. Apalagi melihat si kecil yang makin aktif sana sini. Jadi hiburan yang terbesar di tahun ini. Danke banyak Abba Bapa. 







Di tanggal 30 Desember ada sedikit pengalaman yang membuat pribadi ini sangat tidak nyaman. Hati kembali diproses sampai menjelang ulang tahun pernikahan di tanggal 7 Januari 2024. Belajar satu makna kehidupan bahwa perjalan pernikahan itu bukan tentang perayaan yang serba euforia namun tentang komitmen dan pengorbanan yang bakal terjadi terus-menerus.

Terima kasih banyak 2023 untuk pengalaman, pelajaran, berkat, proses, sukacita, pergumulan yang dilewati. Terima kasih buat Tuhan Yesus yang sudah mengizinkan semua terjadi untuk membentuk kami. Satu yang kami minta, jangan ambil Roh-Mu dari pada kami. Berjalanlah bersama kami di sepanjang musim kehidupan ini sampai di kekekalan nanti. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018