Kali Kedua DIA Menolong
Hari ini, tepat 10 hari sudah putra kedua kami lahir. Rasa syukur yang tidak ada habisnya kami persembahkan kepada Tuhan Yesus yang luar biasa. Mengikuti dan menjalani dari awal mengandung sampai melahirkan bayi kedua ini sungguh di luar dugaan sama sekali.
Sekitar bulan September 2023, saya merasakan gejala seperti ketika hamil anak pertama. Deg-degan tidak karuan, panik karena waktu itu saya masih full ASI buat Joseph. Jika benar-benar hamil maka terpaksa ASI ke Joseph dihentikan :'( Sedih bukan main. Singkat cerita, kami periksa ke dokter dan ternyata benar saya hamil lagi. Kantong kehamilan sudah menempati rahim saya. Usianya sudah 7 minggu. Rasanya campur aduk. Ada bahagia tapi juga ada sedihnya karena mengingat Joseph masih butuh ASI tapi mamanya sudah harus memberikan sufor. Kehamilan ini tidak direncanakan. Namun di atas semua itu, saya percaya ini bagian dari rencana Tuhan Yesus atas kehidupan keluarga kami. Jadi ingat kalimat PS. Philip Mantofa: "every prayer always falls into the proper place". Saya percaya ini bagian dari cara Tuhan menjawab doa saya di masa lampau. Saya pernah berdoa memohon anak kembar. Tuhan tidak kasih anak kembar tapi Tuhan kasih anak dengan jarak usia yang sangat dekat. Wonderful!
Saya menjalani masa mengandung dalam diam tanpa memberitahu siapapun selain keluarga dekat. Bulan Januari 2024, beberapa rekan kerja mulai menebak kehamilan saya karena perut yang semakin besar dan tak bisa saya tutupi lagi.
Semester baru dimulai sejak bulan Februari. Saya kebagian mengajar di 6 kelas. Di pertemuan awal, saya ajak seisi kelas untuk mengatur jadwal perkuliahan kita 2 kali seminggu karena HPL saya di bulan April. Semua kelas menyetujuinya. Saya menyelesaikan kelas sebelum HPL. Namun sayangnya HPL saya melesat jauh. Awalnya dokter memprediksikan bahwa tanggal 27 Maret 2024 saya sudah lahiran. Ternyata belum juga. HPL diundur ke tanggal 11 April 2024. Sama juga, belum lahir si baby nya. Dokter berpesan agar tanggal 12 April kembali dan dilakukan tindakan induksi. Inilah titik setres saya selama masa mengandung. Saya benar-benar tidak ingin diinduksi atau dioperasi. Saya berniat 100% untuk menjalan proses lahiran secara natural (alami) saja.
Kami menanti datangnya tanggal 11 April dengan harapan saya sudah mendapatkan tanda-tanda persalinan. Namun hasilnya nihil. Akhirnya sesuai pesan dokter di tanggal 12 kami kembali untuk periksa. Puji Tuhan semua kondisi baby sehat. Air ketuban masih banyak. Tidak ada lilitan tali pusar. Posisi plasenta bagus alias tidak menutupi jalan lahir, dan lain sebagainya. Intinya kesejahteraan bayi saya bagus. Akhirnya dokter memberikan batasan waktu lagi sampai tanggal 19 April 2024. Tanggal 19 April itu saya diarahkan dokter untuk nantinya langsung ke RS dengan membawa surat rujukan untuk diinduksi. OMG. Tingkat setres saya meningkat lagi.
Sejak itu setiap hari saya mulai perbanyak aktivitas olahraga. Gerakan yoga, squad, negpel jongkok, jalan panjang, naik.turun tangga, dll. Semuanya saya coba. Berbekal ikut tutorial di YouTube, saya melakukan semuanya. Berharap semua akan terbayar dengan lahiran normal nanti.
Ada pepatah rohani yang mengatakan berdoa dan bekerja. Selain bekerja (yoga dll), saya berdoa dan meminta topangan doa dari para hamba-Nya. Ada Bapa Pendeta Luan di Serwaru, Pagem Teddy Pormes, Mama Dody, Bapa Jeter.
Singkat cerita, siang itu di tanggal 15 April 2024, saya BAK. Betapa kaget karena keluar lendir darah berwarna kecoklatan. Saya tunjukkan ke kakak perempuan saya dan dia sangat bersyukur. Sebentar lagi dedek bayi lahir secara normal. Saya mulai kuatkan mental lebih lagi. Menenangkan hati. Mengurangi berbicara dan memperbanyak aktivitas. Namun, sayangnya tgl 15 April ini saya hanya mendapatkan kontraksi palsu.
Tanggal 16 April 2024 pagi, hujan turun dengan derasnya. Pukul 08.00 WIT para majelis dan pengurus unit 3 Sektor Kalvari mendatangi kami dan berdoa untuk ulang tahun saya yang ke-34. Betapa Tuhan sangat baik. Di usia ke-34 kali ini saya sedang menanti kelahiran putra kedua. Terima kasih banyak Tuhan Yesus.
Pukul 10 setelah berdoa ulang tahun, kami memutuskan untuk pergi ke puskesmas untuk periksa dalam (VT). Sayangnya, bidan Nur yang biasanya VT belum masuk kerja. Akhirnya, kami hanya periksa seadanya dan kembali pulang. Pukul 14.00 kakak Erni memanggil bidan Vita di rumah nya. Bidan ini yang membantu VT waktu kelahiran putra pertama kami. Saat VT di pukul 14.00 WIT itu ternyata baru pembukaan 1. Pukul 20.00 WIT, beliau datang lagi ke rumah dan VT. Pembukaan sudah masuk 2 menuju 3. Beliau langsung mengarahkan kami untuk segera ke puskesmas karena ini kelahiran anak kedua sehingga takutnya pembukaan berlangsung cepat dan tidak ada yang bisa menolong persalinan di rumah.
Di pukul yang sama itu kami didatangi sahabat2 baik saya juga yang membawa kue ulang tahun dan memberikan support untuk proses persalinan saya. Puji Tuhan ada penghiburan di tengah kekalutan hari itu. Pukul 21.00 kami menuju ke RS. Siloam. Setiba di sana kami langsung diarahkan masuk ke kamar IGD dan bidan melakukan VT. Pembukaan sudah naik ke 3 cm. Saya masih bisa menguasai nafas dengan sangat santai. Kondisi ini berbeda dengan ketika lahiran anak pertama. Sekitar pukul 23.00 kami diarahkan menuju kamar bersalin dan beristirahat di sana. Ternyata kamar bersalin yang sama ketika lahiran anak pertama menjadi kamar bersalin kami yg sekarang. Mulai terbayang dal pikiran ini untuk tidak mengecewakan para bidan yang akan menolong saya. Dalam hati terus doa dan mendengarkan lagu2 penyembahan dari Sari Simorangkir. Suami sesekali saya mintai tolong untuk memijat tangan saya agar mengalihkan saya dari rasa sakit kontraksi yang mulai rutin terjadi.
Pukul 05.00 WIT, bidan mendatangi kami dan memeriksa dalam lagi. Sudah bukaan 5. OMG, saya pikir sudah bukaan lengkap biar segera lahiran saja. Hmmm ternyata masih belum. Bidan melaporkan ke dokter Danny dan dokter Danny menyatakan bahwa jika sampai pukul 12.00 WIT tidak ada kemajuan dalam pembukaan maka langsung SC. -_______-
Bisa dibayangkan betapa kecewanya saya saat itu. Dalam hati berguman kenapa dokter tak bisa sabar. Ini kan pembukaan masih dalam proses. Selepas menerima informasi dari bidan dan dokter jaga pagi itu, saya langsung beraksi di dalam kamar bersalin. Itu pukul 07.00. Berjalan mengelilingi tempat tidur. Mengangkat kaki secara bergantian sambil mengangkat kaki sebelah. Squad dengan berpegangan pada tempat tidur.
Bidan datang lagi dan mengingatkan bahwa pukul 10.00 WIT dokter akan datang melakukan observasi dan jika tidak ada kemajuan pembukaan maka saya harus bersiap puasa untuk dioperasi pukul 12.00 WIT. Saya terus berdoa dan melakukan gerakan yang bisa membuka panggul. Setelah cukup banyak saya berdayakan diri, saya jadi lelah dan memutuskan untuk tidur miring kiri. Kontraksi semakin rutin dan sangaaaaaaat sakit. Sakit ini tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Untungnya sakitnya masih ada jeda. Meskipun ketika menuju pembukaan lengkap, sakitnya sudah tidak ada jeda lagi. Sakiiiiiiikt terussss. Benar2 non stop. Saya hampir menyerah. Saya membuka mata dan menggenggam erat tangan kakak saya. Saya minta tolong menghubungi Pagem Teddy Pormes untuk mendoakan saya. Selepas doa via telp itu saya seperti mendapatkan kekuatan untuk masuk menyatu dengan rasa sakit kontraksi itu. Badan saya terasa dingin dan saya seperti sudah tak berdaya karena sakit yang semakin hebat itu.
Pukul 09.00, saya minta segera panggilkan bidan. Bidan yang datang adalah bidan Tya. Beliau adalah bidan yang menolong persalinan Joseph tahun lalu. Saat beliau VT, ternyata bukaan sudah lengkap. Saya diarahkan untuk mengejan karena kepala bayi masih tinggi. Saya mengejan dan puji Tuhan kali ini mengejannya benar, hehe. Kepala bayi perlahan mulai turun dan akhirnya bisa lahir dengan selamat. Oh, Tuhan. Kekuatan ini sungguh datang dari-Mu.
Tepat pukul 09.11 WIT bayi kami lahir dengan tangisan yang sangat besar. Puji Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Apa yang diprediksi dokter maupun bidan di puskesmas semuanya tidak terjadi.
1. HB yang rendah sebelumnya yakni 9,2 tiba2 jadi normal di hari lahiran 11,0.
2. Dokter menyarankan induksi dan SC di tanggal 19 April 2024. Tgl 15 April sudah dapat tanda lahiran berupa lendir darah.
3. Saat pembukaan sedang berlangsung di tgl 17 April itu, dokter masih tetap sarankan lagi untuk SC dengan alasan bayi besar dan cairan ketuban sudah merembes. Ternyata, pembukaan berlangsung dari bukaan 5 ke bukaan 10 dalam jangka waktu 4 jam. Tepat sebelum jam 10, jam di mana dokter akan melakukan observasi kembali untuk menuju operasi. Saya pun ternyata belum alami pecah ketuban sehingga bidan harus pecahkan secara manual.
4. Dokter dan bidan mengatakan bayi terlalu besar jadi mustahil lahiran normal. Ternyata saat lahir, berat badan baby adalah 4,06 Kg dan tinggi badan 53 cm. Ukuran ini lebih besar dari hasil USG terakhir di dokter.
Pokoknya banyak sekali kemustahilan yang terjadi dalam proses lahiran putra kedua kami. Semua menunjukkan ke-Mahakuasaan Tuhan Yesus. Berkali-kali ditolong di waktu yang tepat. Terima kasih banyak Bapa di Surga.
Putra kedua ini kami beri nama Jeremy Lucas Davi Habibu. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya bahwa kehamilan kedua ini tidak direncanakan sama sekali. Benar-benar di luar dugaan. Namun itu menurut pikiran manusia semata. Satu hal yang kami percayai sungguh bahwa Tuhan tidak pernah kebetulan mengizinkan sesuatu terjadi. Ayat Firman yang benar-benar me-rhema saat memikirkan nama baginya adalah Yeremia 1:5 yang berkata:
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
Jeremy memiliki arti orang yang diutus Tuhan. Nama Jeremy sebenarnya berasal dari nama Kitab dan nama Nabi besar di Alkitab: Yeremia. Ada harapan besar dalam nama yang kami berikan ini yakni kelak dia bisa menjadi utusan Tuhan kemanapun Tuhan mau.
Lucas adalah nama kakek saya yang baru saja meninggal di tanggal 5 April 2024. Pemberian nama Lucas ini agar kami terus mengingat mendiang kakek yang super tenang, sabar, dan cinta Tuhan itu.
Davi memiliki arti orang yang disayang. Doa kami sebagai orang tua, anak ini menjadi kesayangan semua orang karena akhlak dan perilaku hidupnya yang memuliakan Tuhan Yesus.
Sekian kisah ini kami catat di blog ini. Berharap di waktu2 mendatang, ketika membacanya kembali, kami sebagai orang tua terus mengingat bahwa anak yang hadir adalah anugerah, kepunyaan Tuhan Yesus yang harus dijaga dan dipelihara serta dididik dengan penuh kasih dan cinta yang tulus.
Ada sebuah lagu yang mewakili pengalaman ini yaitu Grace Alone dan Tuhanku Berkuasa.
Salam,
Erik, Paska, Joseph, Jeremy





Komentar
Posting Komentar