Kesempatan Menjelajah NTT & Sulses Online

Pernah punya kerinduan menjelajah Indonesia dengan untuk membagi keahlian yang dimiliki dalam bidang tridharma. Sudah dua hari ini bertugas sebagai penyelia dalam Tes Kompetensi Akademik yang diselenggarakan bagi semua siswa SMA di Indonesia. Kami dari Unpatti ada  90 penyelia, bertugas menyelia para guru yang mengawas TKA di lokas tes masing-masing via zoom. Meski via zoom, aku merasa dibawa Tuhan menjejaki tanah Timor NTT dan Selatan Sulawesi.
Tuhan Yesus danke banyak.

Hari I, menyelia di 13 sekolah SMA di Provinsi NTT.

Hari pertama ini saya ditugaskan menyelia di Provinsi NTT. Saya didampingi oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Pak Ricky Taneo, S.Kom. 


Hari pertama diselesaikan pukul 18.40 WIT. Hal ini dikarenakan salah satu pengawas yaitu Pak Emanual masuk terlambat dan harus mulai TKA terlambat juga. But it is very OK. When I saw his struggles to join the zoom, I was so sad. That why I always ask God to put my heart in East Indonesia :'(

Hari kedua berlangsung di Selasa, 4 November 2025. Dengan kostum putih saya kembali bertemu para guru dari 7 sekolah. Saya sebut satu per satu ya dari gambar paling kiri ke kanan:
1. Pak Martinus Hendrikus Lengi, S.Pt  di SMK Restorasi St. Fransiskus 
2. Pak Yohanes Tukan, S.T. pengawas di SMK Negeri Solor Timur
3. Ibu Kristiana Mariana Toy di SMKN 1 Kabupaten Kupang
4. Pak Ricky Taneo, S.Kom selaku pendamping penyelia.
5. Pak Alfonsius MD. Odja di SMK N 5 Ende
6. Ibu Elisabeth Ine Mere, M.Pd. di SMK Tarbiyah Ende
7. Ibu Martha L. D. Feoh di SMKS Wirakarya Kupang
8. Pak Emanual Repa, S.Pd. di SMKN Riung



Hari kedua berakhir lebih cepat karena mata pelajaran pilihan jadi mungkin lebih mudah. 

Lanjut hari ketiga dan keempat. Saya pindah ke Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar. Bertemu dengan Pak M. Kamil dari Kementerian Agama dan 15 guru pengawas di 15 sekolah (Day 3) dan 15 pengawasan lagi di 15 sekolah (Day 4).

Kalau hari pertama kedua, dari 13 guru yang harus mengawas, hanya 7 yang bisa join zoom. Sisanya kendala jaringan. Beda dengan hari ketiga dan keempat ini. Semua guru hadir lengkap dengan fasilitas dan ruang tes yang sangat-sangat mapan. Tampak ada ketimpangan insfratruktur ini. Ini bisa jadi alasan mengapa SDM di wilayah Sulsel lebih baik dibandingkan wilayah NTT, Papua dan Maluku. Saya berani bilang seperti ini karena memang beginilah keadaannya. Sedih sangat :( 
But, untuk anak NTT, Papua dan Maluku jangan menyerah ya. Kita punya bangunan sekolah sederhana dengan fasilitas tidak lengkap bukan berarti kita tak bisa belajar keras kan? Ayooo, tetap semangat mengejar mimpi dan cita-cita kalian ❤️
Belajar keras 3 kali lipat untuk setara dengan saudara-saudara kita dari Sulawesi. Belajar untuk jadi agen perubahan bagi Indonesia Maju 2045.






Ini sesi terakhir yang ditutup dengan pembagian honor penyelia oleh para panitia. It means, untuk selenggarakan tes ini ada dana besar yang dikucurkan. Ini semua untuk penyetaraan SDM yang akan masuk dan belajar pada perguruan tinggi. 
Ini sudah harus jadi input agar kita yang di Universitas lebih mempersiapkan diri dengan mengupdate ilmu pengetahuan agar dapat menuangkan kepada para calon mahasiswa baru dengan total. 
Sekian.

Blog ini diketik dengan cepat karena sedang cari info to pursuing doctorate degree but hati seperti menarik-narik untuk menyelesaikan tulisan ini. Lunas yaa, Ti.

Gassss!

Salam dari ruang transit dosen, bilik coklat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018