Perempuan Pioneer

Hari ini jadi saksi atas keberanian seorang Srikandi pangan yang hidup di bibir pantai, Negeri Urimesing, Dusun Seri. Mama Ece, begitulah sapaannya. 

Beginilah percakapan kami hari ini pukul 06.22 WIT melalui WhatsApp (saya share biar suatu waktu ketika semangat merosot, saya baca ini lagi biar tahu betapa mereka punya semangat berjuang yang tinggi):

Mama Ece: Ibu slamat pagi. Jang marah b su mengganggu. Ibu tadi malam Natalia su coba hubungi Aldo tapi dia z ada respon jadi b mau minta tlng ibu bagaimana deng b punk akun?

Saya: Mama selamat pagi. Oke mama. Sbntar b liat e. B turun ambil orang punya pesanan di Mama Itje dl ee.

Mama Ece: Ia Ibu.

Saya mengerjakan ini dan itu kemudian membuka laptop dan mengecek akun mama Ece di Admin Sipikanseri.

Saya: Mama Ece selamat pagi. Mama punya akun ada aktif ini mama. (Sambil saya tunjukkan hasil screenshot website yang ada icon aktifnya akun beliau).

Mama Ece: Ibu b su buka tapi akang tulis nama pengguna deng kata sandi.

Saya: Mama, sebentar e. B bilang Nata ke Mama yaa.

Mama Ece: Ibu, b mau k poka jadi klu ibu z keberatan bisa b Iko ibu k z par bkin b punk akun ini tpi klu z bisa jua tarapa".

Saya: Mama, boleh... Mama kalo su sampe di terminal mama kabari beta ya. 

Sampai di sini percakapan kami terhenti. Tak lama saya menelepon beliau dan memastikan bahwa kita akan bertemu di rumah saya. Namun karena saya harus merampungkan beberapa bagian di kampus maka saya menginformasikan kepada beliau untuk bertemu di kampus saja. 

Saya sedang berada di ruangan dan berdiskusi dengan rekan saya, tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomor baru. Ternyata Mama Ece meminjam HP Pak Satpam untuk menelpon saya. Beliau tidak diizinkan masuk kampus karena memakai celana pendek. 

Setelah diskusi dengan rekan kerja, saya langsung menuju lokasi beliau dengan Pak Satpam di depan pos satpam Rektorat. Dari jauh saya lihat beliau dan berguman dalam hati "sio, beliau sangat antusias dengan Sipikanseri ini. Diam2 mau berjuang untuk memperbaiki akunnya. Demi akun Sipikanseri ini beliau rela ikut saya ke tempat kerja".



(Loc: Gedung FEB Lama, Unpatti, 20 Desember 2024, pkl. 13.00 WIT)

Kami mencari lokasi yang nyaman untuk menyelesaikan problem beliau. Saya terpaksa harus membuka akun Email dan akun website yang baru. Pengembangan website masih diperlukan untuk menghindari hal-hal seperti ini. Saya akan sampaikan ke Tim Hexa Integra Mandiri, Pak Burhan, Pak Rifqi dan tim. 

Senang sekali hati ini melihat beliau punya respon yang sangat positif dengan kehadiran website. Saya sebutnya Pioneer. Orang yang menerobos pertama kali. Dari saat sosialisasi, pelatihan, sampai pendampingan, beliau adalah orang yang paling antusias. 
Terima kasih banyak Tuhan Yesus untuk pengalaman berharga ini. Masih terus excited untuk kerjakan apa yang Tuhan kasih di depan nanti. 

If You can use anything Lord You can use me
Take my hands, Lord and my feet.
Touch my heart, Lord and speak through me
If You can use anything Lord You can use me.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018