Joy after Illness
Kamis, 20 Feb 2025
After Doa Kampus degan Wisye, langsung ngebut ke rumah dengan niatan mau lanjut kuliah online untuk kelas Non Reguler dari rumah. Niatan itu harus dibatalkan otomatis saat masuk ruang tamu dan lihat Nak Lanang bungsu dibungkus kain dengan aroma minyak bawang. Langkah terhenti sekejap dan bertanya: "ada apa?". "Jey panas. Kayaknya ada bagian tubuh yang kurang sehat". Hati terpukul namun tetap tenang. Saya kirim pesan WA ke ketua kelas non reguler bahwa kuliah kita dibatalkan hari ini karena ada sedikit kendala.
Saya bergegas mandi dan segera menggendong Jeremy, baby bungsu kami. Sampai pagi dia tidur dalam dekapanku. Panasnya perlahan turun. Aku bersiap ke kampus di hari Jumat itu. Karena ada kelas perdana Pengganggaran Perusahaan di pukul 14.00 dan bimbingan skripsi di pukul 12.00, maka saya ke kampus pukul 11.00. Kenapa jam segini banget? Karena saya harus ngurus baby dulu, beri makan dulu. Oma yang jagain selalu datang telat jadi yah begitulah :)
Singkat cerita, setelah melakukan semua tugas di kampus. Saya dapat kabar bahwa Joseph juga sakit panas. Bahkan sampai muntah-muntah :'( Setelah menunggu jam 17.00 saya pulang. Setiba di rumah, Joseph sedang tidur pulas. Tubuh hangat. Lumayan tenang. Eh tau-tau malamnya, saat sedang saya suapin, dia muntah2. Sangat banyak. Saya sampai sangat kasihan padanya :(
Saya peluk erat dan beri ketenangan. Papinya keluar untuk beli obat Paracetamol cair. Kami beri dia minum dan akhirnya tidur. Besoknya hari Sabtu, saya benar-benar fokus pada makan dan minumnya dia. Saya benar-benar waspada jangan sampai panasnya lebih tinggi dari kemarin. Makannya pun agak lambat. Kadang, saat dia rasa pengen muntah, dia beri isyarat untuk berhenti dulu. Dia bahwa bilang "mama, stop dl nanti muntah". Dengan jelas kalimat ini dibilang berulangkali. Saya manut.
Puji Tuhan sepanjang Sabtu siang dia aman dari muntah tapi malah jadinya BAB cair. Aku jadi ingat di saat usia kecilnya, selalu ada moment di mana dia BAB cair. Setelah BAB cair selesai, dia akan mengalami peningkatan pertumbuhan. Ada saja kosakata baru yang diucapkan. Ada juga gerakan-gerakan baru yang dimunculkan. Saya sedikit tenang. Dan tampaknya benar. Sepanjang sakit ini dia makin cerewet. Kata2nya makin banyak. Apalagi gerakannya. Dia mulai berlari dengan lebih kokoh, kuat. Dia juga mulai bisa naik turun kursi dan tempat tidur dengan enteng. Daaaan yang paling membuat bersyukur adalah dia mulai inisiatif untuk membuka celananya sendiri saat mau mandi. Tuhan Yesus sangat baik.
Lalu bagaimana dengan adiknya, Jeremy? Dia sehat sempurna.
Berikut ini adalah beberapa potret di moment penting ini yaaa. Foto dia dan papa serta adiknya main bareng...


Komentar
Posting Komentar