Nak Lanang goes to Campus

Kemarin, 19 Februari 2025, nak Lanang, Joseph yang makin cerdas harus ikut mama ke kampus. Adiknya, Jeremy harus tinggal dengan Oma di rumah. 

Joseph senang bukan main. Dia senang bermain, berlarian di taman kampus, ikut mamanya bimbingan ke mahasiswa, main dengan si Inces yang juga adalah mahasiswa FEBIS angkatan 2023. 






Melihat semua yang terjadi sampai detik ini, hati hanya bisa berguman "terima kasih banyak Tuhan Yesus. Mauliate Godang, Tuhan Yesus".

Kita finger dulu di fakultas kemudian lanjut ke gedung lama dan bimbingan di sana. Di jam makan siang, dia harus makan kemudian sedikit nonton, kemudian ngantuk dan we have to go home. Kita balik lagi ke fakultas dan saya finger pulang kemudian kita pulang bertiga dengan naik motor. 









Loc: Bilik Ruang Dosen, Gedung FEBIS Lama

Di tengah perjalanan, so Ocep ngantuk sodara2. Dia tak mau duduk di bagian tengah, dia tetap mau duduk di depan. Saya harus pasang strategi biar kita tetap baik-baik saja. 

Saya ajak dia berkomunikasi biar dia tetap tidak tidur. Setiba di kampung Gadihu, dia begitu terlelap dan kami harus pindahkan dia ke bagian tengah. Si Inces memeluk dia erat-erat. Kami tiba di rumah dengan aman dan penuh sukacita.

Tuhan Yesus sangat amat baik. Setiba di rumah, dia langsung tidur pulas (mungkin karena sangat lelah bermain). Sore hari bangun dengan penuh kegembiraan.

Hari ini, 20 Februari 2025, nak Lanang terus bangun dan dekatin mamanya terus. Ternyata dia punya ekspektasi hari ini untuk ikut mama ke kampus juga. Hanya saja karena si Oma yang biasanya jaga Jeremy sudah sembuh dan bisa bekerja kembali maka Oma Jawa bisa fokus dengan si Ocep. 

Oma Jawa tidak setuju si Ocep ikut ke kampus. Beliau kasihan dia nanti tidak bisa makan, minum susu dan tidur dengan baik. Akh, Tuhan Yesus terima kasih banyak.

Saya bersiap2 ke kampus. Si Ocep nyender terus ke saya, hahahah. Omanya akhirnya mengajak dia main sepeda dan lihat2 buah kelapa di belakang rumah. Sampai saya jalan ke kampus, dia tidak lihat, soadar2 :)

Jurnal hari ini hanya mau mendokumentasikan betapa bersyukurnya saya memiliki anak laki2 berusia dua tahun yang semakin cerdas dan aktif. Saya bersyukur juga memiliki anak laki-laki yang terus sandar ke mamanya, Jeremy. 

I love them both.

Ini seperti latihan bagi saya supaya ke depan bisa lebih kuat dan strong menjalani kehidupan. Lebih2 ketika studi lanjut nanti. Tuhan Yesus berkenan menolong dan memberkati 🙌



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018