Love Language
Semenjak hamil anak kedua yang tak kami rencanakan itu, saya jadi begitu berhati-hati. Sejak melewati masa nifas, masa cuti tinggal bulan keenam yakni di bulan Oktober 2024, kami memutuskan untuk pasang KB jenis spiral. Tak ada kendala dalam proses pemasangan sama sekali. Dokternya pun sangat ramah. Namanya Dokter Novy. Praktek di Hevy Farma, area sebelum Masjid Al-Fatah.
Kura-kura di tanggal 20 Oktober kami ke dokter dan pasang KB Spiral itu. Besoknya saya begitu sisir rambut, segumpal rambut terlepas dan tersangkut pada sisir. Kaget bukan main :'(
Saya pikir biasa. Eh, terus-terusan rontok rambut saya :'( Sebulan kemudian kami memutuskan untuk kontrol ke dokter. Parahnya, dokter bilang tak ada pengaruh apapun kalau KB Spiral karena ini KB non-hormonal. Okeh, dengan berhati besar, pulanglah kami dengan KB yang masih nancap dalam tubuh ini.
Setiap mandi dan keramas, tak bisa terucap lagi berapa helai rambut yang terjatuh. Saya sering kumpulkan dan sisip di cela dahan pohon pisang. Konon katanya biar rambut subur.
Meski begitu, saya tetap alami rambut rontok. Sampai di Bulan Desember 2024. Setelah mengeluhkan kondisi ini pada beberapa keluarga dan rambut rontok yang tak kunjung sembuh, juga lewat bacaan beberapa artikel, akhirnya kami memutuskan untuk lepas KB Spiral ini.
Apakah setelah lepas, rambut rontok berkurang? No. It is still same. Ketika baca2 litetatur lagi, katanya efeknya itu bisa sampai beberapa bulan setelah lepas KB. Dan ya, benar adanya. Sampai detik di mana saya mengetik jurnal harian saya ini, saya masih alami rambut rontok, meski tidak sebanyak dulu ya. Puji Tuhan.
Ada Ibu besti saya yang juga beri serum yang bagus untuk saya. Selanjutnya ada Inces yang bantu order sepaket Shampo, conditioner, serum, hair tonic untuk saya. Daaaan today ada di suami yang membeli produk yang saya posting gambarnya di bawah ini: :)

Komentar
Posting Komentar