Terima Kasih 2019

Bagiku, tahun 2019 merupakan tahun yang dinamis. Begitu banyak hal yang terjadi membuat badan semakin menyusut namun begitu banyak hal pula yang membuat hati semakin bersyukur dan menengadah kepada-Nya. Aku berupaya menjaga hidup agar tetap stabil dan tetap di dalam track-Nya, meskipun secara fisik, badan ini semakin kecil (kata banyak orang), haha.

Menjejaki awal tahun 2019, ada gejolak yang cukup membuatku sesak hati. Aku putuskan untuk membawa hidupku untuk dibentuk dalam sebuah komunitas rohani, Connect Group namanya. Aku butuh komunitas yang tepat sejak menginjakkan kaki di kota ini, namun Tuhan baru memberikannya di tahun 2019 ini. Tiga tahun sejak aku berdoa memintanya. Bagaimana tidak, hidup ini penuh tekanan. Kita butuh komunitas yang tepat agar hidup kita tetap berada di dalam track-Nya. Puji Tuhan, komunitas ini membantuku menjaga hidupku dengan benar. Konflik di awal tahun ini dapat berakhir juga. Di titik ini aku belajar mengucap syukur untuk setiap konflik yang ada. Konflik ada agakr hubungan kita semakin diperbaharui menjadi lebih dewasa. Kadar kasih kita semakin diuji. Aku adalah seorang perasa dan percaya pada kekuatan doa. Aku berdoa dan tepat di bulan April terjadi pemulihan dalam hubungan kami :)  

Tepat di tanggal 15 April 2019, berkas pengusulan jabatan fungsional sebagai Asisten Ahli berhasil dikirim dan diproses di LLDIKTI WIlayah IX Makassar dan lolos mendapatkan jabatan Asisten Ahli di bulan Mei. Terima kasih Tuhan. 

Tanggal 16 April, tepat di hari jadiku yang ke-29 tahun, naskah buku referensi "Penyusunan Anggaran Responsif Gender" selesai dan dikirim ke Penerbit Deepublish. Naskah direvisi beberapa kali dan selesai di bulan Juli. Bulan Agustus 10 eksemplar buku ini dikirim oleh Penerbit ke alamat kampusku. One of my dream came true, menulis buku di usia 28 tahun, hehe. Beberapa kusumbangkan kepada perpustakaan kampus, kuberikan sebuah untuk mama, dan sisanya akan kuedarkan sendiri kepada pembaca. 

Tepat di bulan Mei, Tuhan juga mengijinkan aku melihat ruang kerjaku (Galeri Investasi) runtuh. Pada saat itu aku yang tengah duduk di dalam ruangan hanya bisa menyaksikannya dengan kebingungan besar. Bingung karena runtuhnya plafon ruangan itu tidak sampai pada lokasi dudukku saat itu. Aku berlari keluar dan meminta bantuan. Bagiku, ini seperti bencana kecil yang Tuhan perlihatkan padaku, dan aku diselamatkan-Nya dari bencana itu. Terima kasih Tuhan. 

Aku patut bersyukur karena salah satu jawaban doaku terjawab dengan sempurna di bulan Juli ini. Terbeban dengan tugas sebagai panitia penerimaan mahasiswa baru 2019/2020, aku berdoa meminta jumlah pendaftar yang masuk agar mencapai tiga digit. Tuhan menjawab itu. Di bulan Juni, ketika pendaftaran hampir ditutup, jumlah pendaftar hampir mendekati 100 orang. Kami menerima banyak telepon masuk dan whatsapp dari calon pelamar. Pendaftaran akhirnya diperpanjang sampai tanggal 3 Agustus dan benar adanya jumlah pendaftar mencapai 100 lebih. Sangat-sangat bersyukur. 

Selepas masa penerimaan mahasiswa baru itu, aku memutuskan untuk melakukan riset dan survei mandiri ke Usaha Mikro di Kota Manado. Hal ini kulakukan di sepanjang bulan Juli-Agustus. Sangat banyak pengalaman berharga yang ditemui waktu itu. Mulai dari pedagang asongan di emperan jalanan sampai warung-warung makan yang menyatu dengan rumah warga. Artikel yang ditulis dari penelitian ini disubmit ke Call for Paper ISEI namun tidak lolos juga. Niat untuk presentasi riset di Bali belum tercapai, hehe. But, tidak mengapa. Tidak ada alasan untuk menyerah dalam menulis. Aku memperbaiki artikel tersebut dan mengirimkan ke Jurnal lain. Sampai pada saat aku menulis blog ini, belum ada kabar diterima atau ditolak dari editor jurnal. Just wait.

Tepat di pertengahan tahun ini juga, di bulan Juli, aku mengambil keputusan penting dalam kehidupan kerohanianku. Kota Manado menjadi kota sejarah pertumbuhan rohaniku juga, selain Salatiga. Aku berdoa kiranya, ritme hati yang berbelas kasih dan cinta Tuhan itu terus ada di dalam hidupku sampai perjuanganku di dunia selesai. 

Di bulan Agustus, masuk dalam pergerakan Connect Group Fun, di mana kami dibawa untuk berdoa minta hati untuk mengasihi bagi jiwa-jiwa dan mengasihi kota Manado. Bagiku bulan Agustus merupakan bulan yang kuhabiskan untuk pergerakan rohani. Aku sungguh menikmatinya. Selain itu, bulan ini juga aku diijinkan untuk mengikuti Investor Gathering "Road to Public Expose Live 2019" tepat di tanggal 14 Agustus. Pemahaman mengenai bidang pasar modalku semakin dipertajam. Aku sangat menikmatinya dan bersyukur karenanya. Pematerinya Bapak Yansen Sumual, Kepala MNC Sekuritas Cabang Manado, a humble guy. 
Di bulan September, aku memutuskan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisku dengan mengikuti kursus di Golden Gate Education. Biayanya tidak terlalu mahal, dan waktunya juga bertepatan dengan waktu free di kampus. Aku belajar banyak di sini. Thank you, Ms. Sisil, a kind teacher. Di bulan ini juga Tuhan mengijinkan kami mengunjungi salah satu Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) di kota Manado yaitu KSPM ESTOC Unsrat. KSPM yang sudah lama berdiri dan sangat aktif.  Bersama para pengurus KSPM BIZZ Investor kami pergi dan belajar banyak di sana. Kami bertemu dengan Bapak Ketua Galeri Investasi Unsrat, Mner Alfa Tumbuan, PhD. dan mner Patrick Wauran, selaku sekretarisnya. Mereka adalah pejuang bertahan dan berkembangnya galeri Unsrat dan KSPM ESTOC. Secara pribadi, aku mendapatkan banyak makna dari kunjungan itu. Ada semangat yang dibawa pulang ke kampus kecil kami, STIE Eben Haezar Manado. Bulan ini juga, aku mendapatkan beberapa rekan baru dari Taiwan. Mereka adalah mahasiswa magang dari Feng Chia University. Jessica, Megan, Carol, and Goldwin. Kami berkesempatan berbicara bahasa asing setiap hari karena keberadaan mereka, hehe. Beberapa kali kami memasak masakan Taiwan bareng. Pengalaman baru lagi :D. Bulan September juga, artikel penelitian diterima di JAKI dengan revisi major, namun setelah revisi major, artikel masih belum lolos juga. Haha, tidak mudah masuk di JAKI, but I am sure one day I will.

Tuhan mengadakan kemenangan di area yang lain. Di bulan Oktober & November, para mahasiswa "Investor Club" meraih beberapa prestasi dalam Investival 2019 dan OJK Expo. Tuhan Yesus Baik. Tidak hanya kemenangan, Dia juga ijinkan kegagalan dalam kompetisi ini (dapat dibaca pada artikel sebelumnya ==> https://paskanova.blogspot.com/2019/10/air-mata-kekalahan-you-are-leader.html). Aku belajar banyak di sana.

Di bulan Desember, berkesempatan untuk pulang kampung. Momen yang paling kutunggu-tunggu di sepanjang tahun. Berjumpa dengan orang-orang terkasih adalah momen yang tidak bisa dibayar dengan apapun. Bertemu banyak malaikat penolong di waktu-waktu genting. Bertemu rekan-rekan SMA. Bertemu kekasihku juga. Semua momen indahku terukir manis di penghujung tahun ini. 

Meskipun banyak rencana yang tidak berjalan di tahun ini namun aku bersyukur karena masih dapat melihat penyertaan Tuhan yang sempurna bagi hidupku, kampus tempat aku bekerja, bagi keluargaku, kotaku, dan bangsaku. 

Ini hanyalah sepenggal kisah di tahun 2019 yang semakin menunjukkan betapa tuntunan Ilahi-Nya benar-benar nyata. Di saat gagal ataupun berhasil, penyertaan-Nya tetap sempurna.

Aku semakin disadarkan bahwa pada akhirnya tidak ada hal apapun yang patut kita banggakan di hidup ini karena sesungguhnya semuanya terjadi karena Tuhan yang bekerja melalui hidup kita. 


1 Korintus 15:10 ==>
"Tetapi karena kasih karunia Allah aku ada sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukannya aku melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku"....


Selamat datang 2020. 
I welcome you with praise!









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang Hidup

Selamat Panjang Umur ke-35, Sayang!

Terima Kasih 2018